• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Balita Meninggal Penuh Cacing, Video 9 Menit Guncang Jutaan Netizen!

Byadmin_jepretnews

Agu 21, 2025

Jepretnews.com — Kasus kematian seorang bocah berusia empat tahun bernama Raya asal Sukabumi, Jawa Barat, mengejutkan publik setelah sebuah video pilu yang merekam detik-detik terakhirnya viral di media sosial.

Video berdurasi sembilan menit yang diunggah oleh akun Rumah Teduh di Facebook itu kini telah disaksikan lebih dari 9,8 juta kali, mengungkap kondisi Raya yang mengenaskan: tubuhnya dipenuhi cacing gelang (askariasis) hingga keluar dari mulut, hidung, dan anus.

Video tersebut memperlihatkan Raya yang dirawat intensif di ICU, tanpa memiliki identitas kependudukan maupun kartu BPJS, menandakan betapa sulitnya kondisi keluarganya. Meskipun pihak detikJabar telah mencoba mengonfirmasi langsung, relawan Rumah Teduh masih sulit dimintai keterangan.

Berdasarkan penelusuran, Raya diketahui tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak perempuannya di sebuah rumah semi-panggung di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Edah (40), kerabat Raya yang pertama kali melihat kondisi sang bocah, membagikan momen mengerikan saat cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung Raya.

“Iya, satu dari hidung memang itu ada, saya lihat,” ujar Edah. Dikutip dari Detikcom “Saya kira itu alat dari rumah sakit. Tapi kata perawat, bukan. Pas saya lihat, uteuk-utekan (menggeliat), itu cacing.”

Edah menambahkan, pihak keluarga tidak pernah menyangka penyakit yang diderita Raya separah itu. Mereka hanya tahu Raya menderita penyakit paru-paru.

“Saya juga ditunjukkan oleh relawan saat mengantar jenazah Raya. Katanya, ini hasil scan dan rontgen, banyak cacing,” ungkapnya terkejut.

Edah adalah orang yang membawa Raya ke rumah sakit setelah melihat kondisinya semakin memburuk. Ia menghubungi relawan Rumah Teduh karena keluarga Raya tidak memiliki dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) dan BPJS.

Plt Camat Kabandungan, Budi Andriana, membenarkan bahwa insiden ini terjadi di wilayahnya. Ia menduga kondisi ini terkait dengan pola asuh keluarga yang terbatas, bahkan disebut-sebut sang ibu memiliki masalah kesehatan mental. Budi menyebut pihaknya sudah mencoba membantu, namun terkendala karena pihak keluarga sempat menghilang.

“Ketika kami ingin melakukan perekaman terkait administrasi kependudukan, mereka menghilang dua hari sehingga menyulitkan proses selanjutnya,” kata Budi.

Pihak kecamatan dan puskesmas telah berupaya memberikan bantuan, termasuk obat-obatan. Namun, Budi khawatir obat tersebut tidak diberikan secara rutin oleh keluarga, yang berujung pada kondisi Raya yang memburuk.

Budi juga mengonfirmasi adanya banyak cacing di tubuh Raya, meski ia tidak pernah menerima dokumentasi medis secara resmi. Relawan dari Yayasan Rumah Teduh menolak memberikan laporan medis tersebut dengan alasan tidak ingin menyebarkannya lebih luas.

Kasus Raya menjadi sorotan publik sekaligus pengingat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki keterbatasan.