Kepahiang, Jepretnews.com – Di tengah sejuknya udara perbukitan Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, tersimpan kisah inspiratif seorang tokoh masyarakat yang sukses mengubah nasib warga dengan cara yang tak terduga: beternak kambing.
Dialah Rapsanto, pria sederhana yang ketekunan dan keuletannya kini menjadi sorotan banyak pihak.
Bukannya pelit ilmu, Rapsanto justru membagikan kesuksesannya melalui sebuah program yang dikenal dengan sistem “gaduh”. Ini bukan sekadar meminjamkan modal, melainkan sebuah kemitraan yang saling menguntungkan. Rapsanto memelihara ternak, lalu kambing-kambing ini diserahkan kepada warga untuk dirawat. Hasilnya? Keuntungan dibagi rata, menciptakan ekonomi yang berputar di tengah masyarakat.
“Saya mulai beternak kambing sejak tahun 2009. Kandang-kandang ini sekarang tersebar di beberapa titik, di tempat masing-masing penggaduh,” ungkap Rapsanto saat ditemui oleh tim Jepretnews.com pada Senin pagi (1/9/2025).
Lebih dari sekadar ternak, Rapsanto melihat kambing-kambingnya sebagai investasi masa depan bagi desa. Dari yang awalnya hanya beberapa ekor, kini populasinya sudah mencapai kurang lebih 100 ekor. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata dari konsistensi dan kerja keras yang ia jalani selama lebih dari satu dekade.
Kisah Rapsanto menunjukkan bahwa modal kesuksesan bukan hanya uang, tapi juga kemauan untuk berbagi. Dengan sistem gaduh ini, ia tidak hanya memperkaya diri sendiri, tetapi juga memberdayakan tetangga dan masyarakat sekitar.
Warga yang sebelumnya kesulitan kini bisa memiliki penghasilan tambahan, bahkan modal untuk memulai usaha sendiri, hanya dengan berbekal ketekunan merawat kambing.
Apa yang dilakukan Rapsanto adalah contoh nyata bahwa keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa mengangkat orang lain bersama kita.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa dari beternak kambing pun, kita bisa menciptakan dampak sosial yang luar biasa. Siapa bilang jadi peternak tak bisa bikin kaya? Rapsanto sudah membuktikan, dan dia melakukan lebih dari itu: ia sedang membangun kekayaan bersama. (Angga).

