• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Jurus ‘Ngegas’ Kadinsos Kepahiang: Stiker Kemiskinan Bikin Pasutri Rela ‘Tarik Rem’ dari Bansos! Fenomena Sosial yang Menggetarkan!

Byadmin_jepretnews

Okt 21, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com – Kabar terbaru dari Kabupaten Kepahiang kian memanas, menarik perhatian seluruh awak media. Pemicunya tidak lain adalah drama penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang memasuki babak baru.

Inisiatif Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Kepahiang, H. Helmi Johan, M.Pd., mendata ulang dan memasang stiker penanda di rumah-rumah masyarakat miskin penerima bantuan, telah memicu fenomena sosial yang betul-betul baru dan menyegarkan.

Kebijakan ‘ngegas’ ini, yang bertujuan mewujudkan transparansi dan memastikan bantuan tepat sasaran, segera menghasilkan reaksi tak terduga dari publik.

Tindakan tegas ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberantas ketidaktepatan sasaran bansos.

Efek domino dari kebijakan penempelan stiker tersebut langsung terlihat jelas. Sebuah respons luar biasa dan penuh integritas datang dari Kecamatan Bermani Ilir.

Sepasang suami istri, dengan langkah mantap, menempuh perjalanan cukup jauh pada pagi hari.

Mereka langsung menuju ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang. Kadinsos H. Helmi Johan, M.Pd., menyambut langsung kedatangan mereka dengan hangat.

Pasangan suami istri ini datang dengan satu tujuan mulia, mengajukan pengunduran diri secara sukarela dari daftar penerima bantuan sosial.

Keputusan ini menunjukkan peningkatan taraf hidup dan kesadaran diri mereka untuk memberi kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.

Momen mengharukan dan membanggakan ini segera diabadikan oleh Kadinsos Helmi Johan di media sosial pribadinya, yang langsung menjadi viral. “Menyalaaa..Luar Biasa!” tulis Helmi Johan, meluapkan kekagumannya. Selasa 20 Oktober 2025.

“Sepasang suami istri pagi-pagi ke Dinsos, datang jauh-jauh dari Kecamatan Bermani Ilir hanya untuk mengundurkan diri dari Bansos. Terima kasih, semoga menginspirasi yang lain.” Kalimat-kalimat tersebut dengan cepat menyebar luas, memicu apresiasi publik yang luar biasa terhadap kejujuran pasangan ini. Ungkapan “Menyalaaa!” kini menjadi tagline yang mewakili semangat integritas di Kepahiang.

Kejadian pengunduran diri sukarela ini mengirimkan sinyal positif yang sangat kuat. Kasus ini secara nyata membuktikan bahwa kesadaran sosial masyarakat Kabupaten Kepahiang sedang tumbuh subur.

Warga mulai secara mandiri mengevaluasi status kelayakan mereka sebagai penerima bantuan.

Mereka menyadari bahwa kondisi ekonomi mereka telah membaik, sehingga bantuan tersebut wajib dialihkan kepada keluarga yang masih benar-benar memerlukan uluran tangan pemerintah.

Tindakan pasangan dari Bermani Ilir ini diharapkan memicu gelombang kesadaran serupa dari penerima bansos lain.

Ini merupakan pencapaian penting dalam upaya Dinsos Kepahiang mewujudkan distribusi bantuan yang adil dan merata.

Langkah ini menjadi model keberhasilan bahwa transparansi mampu mendorong kejujuran dan integritas sosial.

 

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk mendapatkan informasi terkini.