• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

21 Tahun Usia Kepahiang, Malu! Nenek Rahas  Tidur di Ranjang Lapuk, Program Bedah Rumah “Mati Suri” di Depan Mata Lansia!

Byadmin_jepretnews

Okt 31, 2025

Jepretnews.com – Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, kini genap berusia 21 tahun. Sebagai sebuah wilayah dewasa, Kepahiang seharusnya menunjukkan kemajuan pembangunan infrastruktur yang merata dan signifikan.

Pemerintah daerah gencar menggembar-gemborkan berbagai proyek fisik, seolah-olah kemakmuran telah menyentuh setiap sudut negeri.

Namun, kenyataan pahit justru membongkar ilusi pembangunan itu. Di tengah hingar-bingar usia matang kabupaten, terdapat kisah memilukan yang menyentuh nurani, cerita dari warga yang terabaikan oleh janji-janji kesejahteraan.

Seorang lansia bernama Rahas menjadi personifikasi dari ketimpangan sosial yang nyata. Nenek Rahas, wanita paruh baya yang seharusnya menikmati masa tua yang tenang, harus berjuang hidup bersama seorang cucunya di gubuk yang jauh dari kata layak.

Kediaman mereka, berlokasi di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, bukanlah rumah, melainkan sekumpulan pelupuh bambu yang mulai lapuk dan keropos dimakan usia.

Wartawan Jepretnews.com mengunjungi kediaman Nenek Rahas pada hari Jumat (31/10/2025) dan menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan tersebut.

Dinding-dinding usang yang menganga dan atap yang siap ambruk seakan-akan menggambarkan kegagalan pemerintah menyentuh kehidupan warganya yang paling rentan.

Jeritan Keputusasaan “Sudah Lama Mengusulkan, Tidak Pernah Dapat”

Saat wartawan berbincang dengan Nenek Rahas, ia menumpahkan segala keputusasaan hatinya. Nada bicaranya jelas memancarkan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah daerah yang terkesan kurang peduli.

Ketika ditanya apakah dirinya pernah mengajukan permohonan bantuan bedah rumah, jawaban Nenek Rahas begitu menyentuh.

“Sudah lama mengusulkan, tidak pernah dapat, seperti inilah,” ujar Nenek Rahas sambil menunjuk ke sekeliling rumahnya yang reot.

Ia menegaskan, tanah yang mereka tempati merupakan miliknya sendiri, sebuah bukti kepemilikan yang seharusnya mempermudah proses pengajuan bantuan.

Meski sudah berulang kali mengajukan usulan, program bedah rumah tak kunjung menyentuh pintunya. Kisah Nenek Rahas menjadi cermin betapa lambatnya birokrasi dan betapa sulitnya rakyat miskin menembus dinding-dinding administrasi untuk mendapatkan hak hidup yang layak.

Situasi darurat ini memerlukan uluran tangan segera. Kegagalan program pemerintah dalam menjangkau Nenek Rahas tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Oleh karena itu, bagi setiap orang dan dermawan yang tersentuh hatinya oleh kisah pilu ini, Anda bisa langsung datang ke Kelurahan Durian Depun untuk memberikan bantuan.

Alternatifnya, Anda dapat menghubungi pihak Kecamatan Merigi agar bantuan segera tersalurkan. Kepahiang memang sedang membangun, tetapi pembangunan sejati harus dimulai dari menyejahterakan rakyatnya yang paling lemah.

Kita berharap, setelah berita ini tersiar luas, pemerintah daerah segera bertindak dan memberikan perhatian serius terhadap nasib Nenek Rahas.

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk mendapatkan informasi terkini.