• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Trauma Ditinggal Saat Sakit! Suami Tolak Mentah-Mentah Istri dan Anak yang Bersujud Memohon Pulang: Pilih Nyaman di Yayasan!

Byadmin_jepretnews

Nov 15, 2025

Jepretnesws.com – Sebuah rekaman video yang sangat memilukan kini mengguncang jagat media sosial. Video tersebut memperlihatkan momen dramatis seorang suami yang diusir istri di Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Ironisnya, pria itu menolak keras untuk kembali ke rumah, meskipun sang istri dan anaknya menjemputnya secara langsung. Jelas terlihat, insiden rumah tangga ini menarik perhatian luas dan memancing perdebatan sengit di kalangan warganet.

Pria yang menjadi pusat perhatian dalam kasus ini adalah Muhamad. Secara mengejutkan, Muhamad mengambil keputusan besar. Ia memilih untuk tinggal di sebuah yayasan kemanusiaan, yaitu Yayasan Bagus Mandiri Insan, karena merasa jauh lebih nyaman berada di sana daripada harus kembali ke rumahnya yang penuh konflik.

Lebih lanjut, Muhamad mengaku akan menetap bersama ibunya, yang juga mertua dari sang istri, setelah keduanya mengalami pengusiran dari tempat tinggal mereka.

Momen haru sekaligus memilukan itu terjadi pada Jumat, 14 November 2025. Istri dan anak Muhamad, ditemani oleh Kepala Desa Pemulutan, mendatangi Yayasan Bagus Mandiri Insan.

Kedatangan mereka tentu saja membawa satu tujuan utama: membujuk Muhamad agar ia bersedia kembali menjalani kehidupan rumah tangga mereka.

Dalam suasana yang sangat emosional di yayasan tersebut, sang istri dan anak melakukan upaya yang benar-benar menyayat hati.

Mereka bahkan bersujud di hadapan Muhamad, memohon dan berharap ia mau kembali pulang.

Namun demikian, sungguh di luar dugaan, permintaan yang disampaikan dengan penuh air mata tersebut ditolak mentah-mentah oleh Muhamad.

Muhamad menyatakan penolakannya secara tegas untuk kembali hidup bersama istri dan anaknya. Ia mengungkapkan alasan kuat di balik keputusan bulatnya itu.

Muhamad mengaku telah mengalami trauma mendalam akibat perlakuan yang ia terima dari keluarganya. Terlebih lagi, trauma ini terpicu terutama saat dirinya sedang sakit.

“Saya menolak (pulang), karena saya trauma,” ujar Muhamad. “Saya tidak diurus saat sakit.” Pernyataan lugas ini memperjelas penderitaan batin yang ia rasakan. Dikitip dari inews.id.

Akibatnya, trauma emosional inilah yang kini menguatkan tekadnya untuk tidak kembali ke rumah tersebut.

Melihat pertentangan yang semakin memanas, Kepala Desa Pemulutan berusaha menjadi penengah.

Sang Kepala Desa bahkan menyatakan kesediaannya untuk menanggung seluruh biaya hidup Muhamad apabila ia mau kembali dan mencoba memperbaiki keadaan. Meskipun mendapatkan tawaran jaminan finansial yang baik, Muhamad tetap mempertahankan pendiriannya.

Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk tetap tinggal di Yayasan Bagus Mandiri Insan, karena ia telah menemukan ketenangan dan kenyamanan yang ia cari.

Di sisi lain, istri dan anak Muhamad membantah keras klaim pengusiran yang telah viral di media sosial. Mereka menjelaskan bahwa insiden yang terjadi hanyalah salah paham yang dibesar-besarkan oleh pihak-pihak lain.

Akan tetapi, sanggahan tersebut gagal mengubah keputusan Muhamad yang telah mantap untuk tidak kembali ke rumah, mengingat kondisi emosional dan trauma yang ia rasakan.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat setelah video insiden pengusiran tersebut beredar luas melalui akun media sosial @yayasanbagus_mandiriinsanireal.

Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!