Jepretnews.com – Pemerintah Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, baru-baru ini menggemparkan publik dengan langkah radikalnya.
Desa ini mengambil inisiatif signifikan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) berjalan adil, mengingat banyaknya keluhan mengenai penerima yang tidak tepat sasaran selama ini. Minggu 14 Desember 2025.
Secara proaktif, Pemerintah Desa Bogor Baru mengundang Dinas Sosial (Dinsos). Tujuannya jelas, mereka meminta Dinsos melacak dan mengidentifikasi secara langsung penerima Bansos yang dinilai tidak lagi layak. Inisiatif berani ini menunjukkan komitmen desa untuk memperbaiki data kemiskinan di tingkat desa.
Dukungan penuh dari Pemerintah Desa tercermin dalam proses pemasangan stiker “Keluarga Miskin” yang dilakukan oleh Dinsos Kepahiang di Desa Bogor Baru.
Secara simbolis dan tegas, Kadinsos Kepahiang, H. Helmi Johan, M.Pd, memimpin langsung jalannya aksi penempelan stiker tersebut.
Meskipun pemasangan stiker menimbulkan pro dan kontra, Kadinsos Helmi Johan menjelaskan bahwa stiker itu tetap menjadi penanda status penerima, bahkan ketika pemilik rumah tidak berada di tempat.
Ia menekankan bahwa proses ini memberikan kesempatan bagi warga yang sudah mampu untuk mengundurkan diri dari daftar penerima.
“Kita tetap pasang, walaupun nanti yang bersangkutan ingin mengundurkan diri, kita buka jalurnya dengan tim kita. Tim itu terdiri dari Pemerintah Desa maupun pendamping PKH dan BPNT,” ujar Helmi. Pernyataan ini menjamin bahwa penempelan stiker merupakan awal dari mekanisme verifikasi dan pemutakhiran data, bukan akhir.
Sementara itu, PLH Kepala Desa Aan menyambut program Dinsos ini dengan antusiasme yang tinggi. Ia menilai penempelan stiker merupakan alat efektif untuk mendorong kejujuran dan kesadaran diri di kalangan penerima manfaat.
Aan secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap penempelan stiker pada penerima bantuan PKH dan BPNT. Bukan sekadar formalitas, Aan mengaitkan program ini dengan upaya meningkatkan martabat desa.
“Jadi, kami dari Pemerintah Desa mendukung penuh untuk penempelan stiker,” kata Aan.
Ia kemudian menambahkan harapan besarnya, “Semoga untuk masyarakat Desa Bogor Baru yang tidak benar-benar layak untuk mengundurkan diri, sehingga indeks desa kita semakin tinggi.” Peningkatan indeks desa secara tidak langsung mencerminkan keberhasilan desa mengurangi angka kemiskinan.
Dengan demikian, fokus masyarakat kini terarah pada efektivitas jangka panjang kebijakan yang terkesan memaksa ini.
Akankah penempelan stiker ini terbukti menjadi kunci untuk memastikan distribusi Bansos di Kabupaten Kepahiang berjalan benar-benar tepat sasaran?
Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!
