Jepretnews.com – Kondisi ruas jalan lintas yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dan Sumatra Selatan kini semakin memprihatinkan.
Alih-alih mendapatkan fasilitas jalan yang layak, para pengguna jalan justru harus bertaruh nyawa akibat pertumbuhan rumput liar yang kian tak terkendali.
Tanaman ilalang yang menjulang tinggi di sisi jalan Desa Pagar Agung Kecamatan Bermani Ilir kini mulai “memakan” badan jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan.
Penyempitan jalur ini bukan sekadar masalah estetika lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa.
Akibat rumput yang terlalu tinggi, jarak pandang pengemudi (viewing angle) berkurang drastis, terutama saat melewati tikungan.
Para pengendara sering kali tidak melihat kendaraan dari arah berlawanan hingga jarak yang sudah sangat dekat. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan adu kambing secara signifikan di jalur logistik utama tersebut.
Ketidaknyamanan ini akhirnya memicu kemarahan warga Desa Pagar Agung. Pada Kamis siang sekitar pukul 13.04 WIB, salah seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya melayangkan protes keras melalui redaksi media Jepretnews.com.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan dari ujung desa hingga simpang tiga Cinta Mandi sudah menyerupai hutan kecil.
“Jalanan ini sudah sangat sempit dan menyeramkan. Kami yang setiap hari melintas merasa was-was karena kendaraan dari depan sering tidak terlihat tertutup semak,” ujarnya dengan nada geram.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa lagi berdiam diri melihat pembiaran yang membahayakan nyawa orang banyak ini.
Merespons situasi darurat tersebut, warga menuntut pemerintah provinsi maupun daerah segera turun tangan melakukan aksi nyata.
Mereka mendesak instansi terkait untuk melakukan prosedur “tebas bayang” atau pembersihan lahan di bahu jalan secepat mungkin.
Mengingat status jalan ini sebagai urat nadi transportasi antarprovinsi, volume kendaraan besar seperti truk dan bus sangatlah tinggi.
Tanpa adanya perawatan rutin, jalan lintas ini hanya menunggu waktu sebelum menelan korban jiwa. Warga berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban hanya untuk sekadar memotong rumput liar yang menghalangi jalan. Keamanan publik harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!
https://www.facebook.com/share/17dUVsotwV/
