Jepretnews.com – Bantuan datang lagi, tetapi publik langsung menyorot satu hal penting. Sebanyak 18 unit hand tractor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi masuk ke Kabupaten Kepahiang.
Di satu sisi, ini kabar baik bagi petani. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan tajam, apakah alsintan ini akan langsung bekerja di sawah, atau justru tertahan di kantor menunggu proses panjang?
Situasi ini menjadi krusial. Sebab, bantuan yang cepat turun tetapi lambat dimanfaatkan kerap menjadi sorotan. Kini, Kepahiang berada di persimpangan, gas cepat ke lapangan atau kembali tersendat di koordinasi?
Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang memastikan bahwa bantuan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Pada tahun 2025, berbagai alsintan juga telah diterima, mulai dari hand tractor roda empat, roda dua, hingga peralatan pertanian lainnya.
Kini, pada 2026, tambahan kembali digelontorkan. Hal ini sekaligus menandakan bahwa kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kepahiang masih kuat.
Kepala Dinas Ir. Taufik melalui Kabid Tanaman Pangan, Exe Isvan Vandes, S.TP, menegaskan hal tersebut.
“Terima kasih atas kerjasama yang sangat baik antara tim di Dinas bersama segenap pengurus Brigade Pangan (BP) Kabupaten Kepahiang sehingga kita masih di kepercayaan oleh pihak Kementrian Pertanian dan pada tahun anggaran 2026 ini kita menerima bantuan hand tractor berjumlah 18 unit, Mudah-mudahan alsintan ini dapat dipergunakan oleh masyarakat melalui penggerak brigade pangan,” sampai Exe.
Meski bantuan sudah diterima, tantangan utama justru muncul setelahnya. Dinas Pertanian langsung menyoroti pentingnya komunikasi antara Brigade Pangan dan petani agar penggunaan alsintan berjalan efektif. Tanpa koordinasi yang jelas, potensi besar bisa berubah menjadi hambatan baru.
“Kita berharap pengurus Brigade Pangan dapat berkomunikasi dengan masyarakat (petani) penggarap sawah terkait tata cara penggunaan/pemakaian tractor,” ujarnya.
Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan bahwa seluruh unit masih berada di kantor dan belum didistribusikan.
“Alsintan berupa hand tractor sebanyak 18 unit telah diterima pihak pengurus Brigade Pangan pada hari Jum’at (24/4) dan saat ini alsintan itu masih berada di kantor, selanjutnya akan diserahterimakan kepada Brigade pangan,” jelas Exe.
Sebanyak 8 Brigade Pangan telah disiapkan sebagai pengelola alsintan ini. Kecamatan Kepahiang dan Bermani Ilir masing-masing memiliki dua brigade. Sementara itu, Merigi, Ujan Mas, Tebat Karai, dan Seberang Musi masing-masing satu brigade.
Adapun Kecamatan Kabawetan bergabung ke Brigade Kepahiang, dan Muara Kemumu bergabung ke Brigade Bermani Ilir.
Namun demikian, hingga saat ini distribusi masih menunggu hasil rapat bersama. Artinya, keputusan di meja rapat akan menentukan apakah alsintan segera bekerja atau justru tertahan lebih lama.
Tambahan 18 hand tractor ini membuka peluang besar. Pengolahan lahan bisa dipercepat, efisiensi meningkat, dan hasil panen berpotensi naik signifikan.
Namun sebaliknya, tanpa gerak cepat dan koordinasi solid, bantuan ini berisiko tidak optimal. Kini, publik menunggu langkah konkret berikutnya.
Akankah 18 hand tractor ini benar-benar menggerakkan sawah-sawah di Kepahiang, atau justru hanya menjadi angka dalam laporan bantuan?
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
