• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Hampir Seminggu Jalan Longsor di Kepahiang Terbengkalai, Edwar Samsi Semprot PU Provinsi: “Cemen Nian Kalau Ini Saja Tak Selesai!”

Byadmin_jepretnews

Mei 29, 2026

Jepretnews.com – Jalan longsor di Kabupaten Kepahiang kembali memicu sorotan tajam publik. Akses jalan provinsi yang menghubungkan Desa Keban Agung menuju Benuang Galing, Kecamatan Seberang Musi, dilaporkan nyaris lumpuh total akibat timbunan material longsor yang belum juga ditangani hingga hampir sepekan.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu serius. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara masyarakat harus berjibaku melewati sisa badan jalan yang tertutup tanah keras dan material longsoran.

Ironisnya, hingga Jumat malam (29/5/2026), warga mengaku belum melihat tindakan nyata di lapangan. Padahal, laporan terkait jalan longsor di Kepahiang itu disebut telah disampaikan sejak Sabtu pagi (23/5/2026) kepada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu.

Jalan provinsi tersebut selama ini menjadi akses vital masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari. Namun sejak longsor terjadi, mobilitas warga terganggu dan sebagian kendaraan terpaksa memutar jalur lain.

Kondisi jalan yang dipenuhi timbunan tanah juga dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan ketika hujan kembali turun.

Situasi itu memantik kekecewaan masyarakat, termasuk Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.IP., M.M., yang mengaku geram terhadap lambannya penanganan dari pihak terkait.

“Kita kecewa dengan Dinas PU Provinsi. Kita sudah melapor supaya ini diatasi. Masa alat tidak ada, tidak bisa pinjam. Cemen nian PU Provinsi kalau mengatasi itu saja tidak selesai,” tegas Edwar Samsi kepada Redaksi Jepretnews.com, Jumat malam (29/5/2026).

Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kemarahan warga semakin memuncak setelah video kondisi jalan longsor di Kepahiang beredar luas di berbagai grup media sosial. Dalam rekaman tersebut, warga memperlihatkan akses jalan yang hampir tertutup total oleh material longsor.

“Di beritakan jalan longsor ini, Pak. Cak mano ini, dak pacak lewat. Lah nak seminggu ini, Pak. Belum ada tanggapan apa-apa. Susah kami nak lewat. Jalan tertutup timbunan tanah dan belum ada tindakan,” ucap warga dalam video yang beredar.

Video itu memicu berbagai komentar dari masyarakat. Banyak warga mempertanyakan lambannya respons penanganan, padahal jalan tersebut merupakan jalur penting penghubung antarwilayah di Kecamatan Seberang Musi.

Selain menghambat aktivitas masyarakat, longsor juga dikhawatirkan dapat memutus total akses desa apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Warga berharap pemerintah tidak hanya bergerak setelah persoalan viral di media sosial, tetapi segera turun langsung melakukan penanganan sebelum kondisi semakin parah.

Bagi masyarakat Seberang Musi, jalan itu bukan sekadar akses penghubung. Jalur tersebut menjadi urat nadi kehidupan warga yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari yang kini ikut tersendat akibat longsor yang belum tertangani.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.