• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Harga Sawit Bengkulu Masih Tertahan? Edwar Samsi Pasang Sikap Keras, Dukung Langkah Tegas Mian! Perusahaan Diminta Tak Main-main dengan Harga TBS

Byadmin_jepretnews

Jun 3, 2026

Jepretnews.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu kembali menjadi perhatian publik. Di saat banyak petani masih mengeluhkan harga jual yang dinilai belum memberikan keuntungan maksimal, dukungan terhadap langkah tegas Pemerintah Provinsi Bengkulu justru semakin menguat.

Kali ini, dukungan datang dari Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.IP., M.M. Ia secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, yang terus bergerak memperjuangkan harga TBS sawit agar berjalan sesuai ketetapan pemerintah provinsi.

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk keberpihakan nyata kepada ribuan petani sawit yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Bengkulu. Karena itu, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah dianggap penting untuk menciptakan harga sawit yang lebih adil dan berpihak kepada petani.

Edwar Samsi menilai kehadiran Wakil Gubernur Bengkulu dalam berbagai agenda terkait sektor perkebunan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan petani sawit.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk memastikan petani memperoleh harga yang lebih layak.

“Kehadiran Wakil Gubernur dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperjuangkan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Kami dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bengkulu mendukung penuh upaya yang tengah dilakukan oleh Pak Wagub Mian untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit,” tegas Edwar Samsi, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara DPRD Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendorong perbaikan tata niaga sawit serta peningkatan kesejahteraan petani.

Tidak hanya memberikan dukungan kepada pemerintah daerah, Edwar juga mengingatkan seluruh perusahaan sawit agar menjalankan komitmen yang telah disepakati dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Menurutnya, kepatuhan terhadap kesepakatan harga merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan petani sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

“Sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), kami meminta seluruh perusahaan sawit untuk mematuhi ketentuan harga TBS yang telah disepakati. Harga TBS di atas Rp3.400 per kilogram harus menjadi batas bawah yang wajib dipatuhi,” terang Edwar Samsi.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena harga sawit Bengkulu selama ini masih kerap dibandingkan dengan sejumlah provinsi penghasil sawit lainnya yang memiliki harga lebih kompetitif.

Lebih lanjut, Edwar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung langkah yang tengah dilakukan pemerintah daerah. Ia menilai peningkatan harga TBS tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah secara lebih luas.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah agar harga sawit semakin membaik dan petani memperoleh kesejahteraan yang lebih layak.”

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam membangun sektor perkebunan sawit yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami mengajak semua pihak, baik perusahaan maupun pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama mendukung kebijakan ini demi kemajuan sektor perkebunan dan kesejahteraan petani sawit,” tutup Edwar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan sawit di Bengkulu.

Sebelumnya, Mian melakukan paparan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional terkait rencana pemanfaatan lahan HGU PT BRI yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Kodam dan Sport Center di Bengkulu.

Selain itu, Mian juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasaman guna melakukan kaji tiru terkait pengelolaan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perkebunan sawit.

Di sisi lain, Mian mengungkapkan bahwa dirinya telah melayangkan surat kepada Kementerian Pertanian terkait laporan dan teguran terhadap sejumlah pabrik kelapa sawit yang dinilai belum menjalankan harga TBS sesuai ketetapan pemerintah provinsi.

Bahkan, surat tersebut juga ditembuskan kepada Satgas Pangan Mabes Polri agar persoalan harga sawit mendapatkan perhatian lebih serius.

Langkah tersebut kini menjadi harapan baru bagi ribuan petani sawit Bengkulu. Mereka menanti hasil nyata dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah agar harga TBS semakin membaik, daya beli masyarakat meningkat, dan kesejahteraan petani benar-benar dapat terwujud.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.