Jepretnews.com – Setelah hampir dua pekan akses transportasi masyarakat terganggu akibat timbunan material longsor, jalan provinsi yang menghubungkan Desa Keban Agung dengan Desa Benuang Galing, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, akhirnya mulai kembali terbuka.
Kamis (4/6/2026), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu mengerahkan alat berat untuk menangani longsor yang terjadi di Desa Air Raman.
Langkah tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus menghadapi keterbatasan mobilitas akibat tertutupnya badan jalan oleh material tanah dan bebatuan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas PUPR langsung mengerahkan ekskavator ke lokasi bencana untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.
Petugas bekerja di lapangan guna membuka kembali jalur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Upaya tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan akses kendaraan roda dua dan roda empat, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung. Petugas terus memaksimalkan pekerjaan agar akses jalan dapat sepenuhnya digunakan masyarakat tanpa hambatan.
Langkah yang dilakukan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.IP., M.M., dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurut Edwar, respons yang ditunjukkan pemerintah menjadi bukti nyata bahwa laporan masyarakat mendapat perhatian dan tindak lanjut yang serius.
“Kami mengapresiasi langkah dan respons yang dilakukan Dinas PUPR dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terkait longsor yang terjadi. Penanganan yang telah dilakukan hari ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan akses jalan masyarakat dapat segera kembali normal,” ujar Edwar Samsi.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat yang berpotensi menghambat aktivitas warga.
Meski mengapresiasi langkah penanganan yang dilakukan saat ini, Edwar Samsi juga menyoroti perlunya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa di masa mendatang.
Ia berharap pemerintah dapat menempatkan alat berat secara lebih merata di setiap wilayah kabupaten sehingga proses penanganan tidak terkendala jarak maupun ketersediaan sarana pendukung.
“Kami berharap ketersediaan alat berat dapat ditempatkan secara merata di setiap wilayah kabupaten masing-masing. Dengan demikian, ketika terjadi longsor atau bencana yang mengganggu akses jalan, penanganan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu atau meminjam alat ke tempat lain,” harap Edwar Samsi.
Peristiwa longsor di Kecamatan Seberang Musi kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur dan peralatan penanggulangan bencana.
Dengan kondisi geografis yang rawan longsor, kecepatan respons menjadi faktor utama untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, penguatan sistem tanggap darurat, pemerataan alat berat, serta koordinasi lintas instansi menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat.
Masyarakat pun berharap kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat di masa mendatang sehingga akses transportasi tidak lagi terputus dalam waktu lama.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
