• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Heboh! Usai 16 Siswa dan Guru Alami Gejala Diduga Keracunan, Dapur MBG Pemasok 1.700 Penerima di Kepahiang Mendadak Ditutup

Byadmin_jepretnews

Jun 6, 2026

Jepretnews.com – Gelombang pertanyaan publik terkait keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang semakin menguat.

Pasalnya, setelah 16 orang yang terdiri dari pelajar, guru, dan penjaga SDN 18 Kepahiang mengalami gejala gatal-gatal, pusing, mual, hingga lemas usai menyantap menu MBG, dapur penyedia makanan yang memasok sekolah tersebut langsung menghentikan operasionalnya sementara waktu.

Langkah penghentian itu memantik perhatian masyarakat. Terlebih, dapur yang ditutup tersebut bukan dapur biasa. Fasilitas tersebut melayani ribuan penerima manfaat setiap harinya melalui program unggulan yang bertujuan meningkatkan gizi peserta didik.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cabang Kepahiang, Vera, memastikan bahwa dapur SPPG Prumnas Kroya yang berada di Desa Taba Tebelet saat ini tidak lagi mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Keputusan tersebut diambil setelah mencuatnya kasus dugaan keracunan yang menyeret belasan warga sekolah di SDN 18 Kepahiang.

“Sementara SPPG tersebut berhenti tidak melakukan penyaluran MBG ke penerima program menu makan bergizi ini,” ujar Vera, Jumat (5/6/2026).

Penghentian sementara ini dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi dan pemeriksaan terhadap penyelenggaraan layanan makanan yang sebelumnya disalurkan ke sekolah tersebut.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa SPPG Prumnas Kroya menaungi sekitar 1.700 penerima manfaat setiap hari. Tidak hanya SDN 18 Kepahiang, dapur tersebut juga memasok menu MBG ke empat sekolah lainnya yang berada dalam wilayah layanan yang sama.

Namun, fakta menarik sekaligus menjadi sorotan muncul karena laporan gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan hanya terjadi di SDN 18 Kepahiang.

Sementara itu, penerima manfaat di sekolah lain yang mendapatkan makanan dari dapur yang sama tidak dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Situasi tersebut membuat proses penelusuran penyebab kejadian menjadi sangat penting. Sebab, menu yang dibagikan kepada seluruh penerima manfaat pada hari itu disebut tidak berbeda.

Vera menjelaskan bahwa menu makanan yang disajikan kepada seluruh penerima manfaat pada hari kejadian merupakan menu yang sama.

Meski demikian, pihaknya belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab pasti munculnya gejala yang dialami 16 korban tersebut. Saat ini, pemeriksaan terhadap dapur penyedia makanan masih terus berlangsung.

“Untuk menu sama, biasa di cek lagi di SPPGnya,” singkat Vera.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pihak terkait masih melakukan pengecekan terhadap berbagai kemungkinan, termasuk proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Kasus dugaan keracunan MBG di SDN 18 Kepahiang kini menjadi perhatian luas karena menyangkut kesehatan peserta didik dan keberlangsungan program pemenuhan gizi di sekolah.

Di satu sisi, penghentian sementara operasional dapur SPPG Prumnas Kroya menjadi langkah cepat untuk mencegah munculnya kekhawatiran yang lebih besar.

Namun di sisi lain, masyarakat juga menunggu hasil pemeriksaan resmi guna mengetahui faktor yang sebenarnya menyebabkan belasan warga sekolah mengalami gejala tersebut.

Hingga kini, investigasi dan evaluasi masih berjalan. Sementara itu, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis dari dapur SPPG Prumnas Kroya masih dihentikan sampai ada keputusan lebih lanjut dari pihak terkait.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.