Jepretnews.com – Suasana tenang menjelang waktu magrib di Desa Bumi Sari, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Seekor anjing liar yang belum diketahui asal-usulnya dilaporkan menggigit dua warga di lokasi berbeda hanya dalam rentang waktu beberapa menit, Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian warga. Pasalnya, setelah menggigit seorang warga dewasa, anjing yang sama dilaporkan kembali menyerang seorang anak berusia 5 tahun.
Hingga Sabtu malam, hewan tersebut masih belum ditemukan sehingga memicu kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan munculnya korban lain.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, korban pertama diketahui bernama Supingi, warga Desa Bumi Sari. Insiden itu terjadi menjelang magrib saat aktivitas warga masih berlangsung.
Namun situasi semakin mengkhawatirkan ketika hanya beberapa menit setelah kejadian pertama, seekor anjing yang diduga sama kembali melakukan serangan. Kali ini korbannya adalah seorang anak berusia 5 tahun di kawasan Gang Binjai yang diketahui merupakan anak dari Pak Wawan.
Akibat kejadian tersebut, warga langsung saling mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang sering bermain di luar rumah pada sore hingga malam hari.
Selain itu, warga juga mulai memperingatkan tetangga dan keluarga agar tidak beraktivitas sendirian di lokasi yang sepi sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Munculnya kabar mengenai dugaan anjing gila yang menggigit warga segera mendapat perhatian masyarakat. Untuk memastikan informasi tersebut, Redaksi Jepretnews.com melakukan konfirmasi kepada salah satu perangkat Desa Bumi Sari, Suryono, pada Sabtu (6/6/2026) pukul 19.32 WIB melalui WhatsApp.
Saat redaksi menanyakan informasi yang beredar, Suryono menyebut status hewan tersebut belum dapat dipastikan karena keberadaannya masih belum ditemukan.
“Belumm bisa dipastikan Ngga, soalnyo belum ketemu,” balas Suryono.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian apakah anjing yang menggigit warga tersebut terindikasi rabies atau tidak. Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi dan menunggu hasil penelusuran lebih lanjut.
Meski status hewan tersebut belum dapat dipastikan, Suryono membenarkan adanya dua korban gigitan dalam peristiwa tersebut. Keduanya merupakan warga Desa Bumi Sari.
“Iyo Ngga, yang 1 rumahnyo didekat SD, yang ke 2 di perbatasan dengan Desa Cugung Lalang,” tegas Suryono.
Keterangan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa dua kejadian gigitan terjadi di lokasi yang berbeda dalam wilayah Desa Bumi Sari dan sekitarnya.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap keberadaan anjing liar yang berkeliaran di lingkungan permukiman.
Warga juga diminta segera melapor kepada perangkat desa apabila menemukan hewan yang menunjukkan perilaku agresif atau mencurigakan.
Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi ancaman dari hewan liar. Langkah pencegahan, pengawasan lingkungan, serta penanganan medis bagi korban gigitan menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius.
Hingga berita ini diterbitkan, anjing yang diduga menggigit dua warga Desa Bumi Sari tersebut masih dalam pencarian.
Warga pun berharap hewan itu segera ditemukan agar situasi kembali aman dan tidak menimbulkan korban berikutnya.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
