• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Teka-Teki MBG Kepahiang Pecah! Bakteri Ini Ditemukan di Nasi, Siswa hingga Guru Sempat Tumbang Usai Makan

Byadmin_jepretnews

Jun 17, 2026

Jepretnews.com — Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang akhirnya mulai menemukan titik terang.

Setelah sempat menjadi misteri yang membuat warga bertanya-tanya, hasil pemeriksaan laboratorium kini mengungkap petunjuk penting terkait penyebab puluhan siswa, guru, hingga penjaga sekolah mengalami gangguan kesehatan.

Peristiwa tersebut sebelumnya membuat suasana sekolah panik. Sejumlah pelajar dan tenaga pendidik harus mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan seperti gatal-gatal, pusing, mual, hingga sesak napas usai menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Taba Tebelet.

Kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang memastikan hasil pemeriksaan sampel makanan MBG telah diterima. Temuan laboratorium mengarah pada dugaan adanya kontaminasi bakteri yang berkaitan dengan kondisi para korban.

Pemeriksaan yang dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu sebelumnya menguji sejumlah parameter penting untuk mencari penyebab kejadian tersebut.

Hasilnya, petugas tidak menemukan kandungan Salmonella, Bacillus cereus, boraks, formalin, maupun nitrit yang menjadi penyebab utama gangguan kesehatan para korban.

Namun, hasil berbeda muncul ketika tim laboratorium melakukan pencocokan antara sampel makanan dengan hasil pemeriksaan penderita. Dari proses tersebut, muncul temuan bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi perhatian utama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, dr. H. Tajri Fauzan, M.Si, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya hubungan antara sampel makanan dan sampel klinis penderita.

“Hasil pemeriksaan laboratorium muntahan penderita menunjukkan adanya bakteri Staphylococcus aureus. Sementara hasil pemeriksaan laboratorium BPOM juga menunjukkan adanya cemaran Staphylococcus aureus pada sampel nasi sebesar 1,3 x 10 koloni per gram,” ujar Tajri di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Tajri, kesamaan temuan bakteri pada makanan dan muntahan penderita menjadi indikator kuat dalam mengungkap dugaan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Ia menyebut, hasil laboratorium menunjukkan adanya kesesuaian antara makanan yang dikonsumsi dengan kondisi yang dialami para korban.

“Temuan ini menunjukkan adanya kesesuaian laboratorium antara sampel klinis penderita dan sampel makanan yang dikonsumsi. Ini mendukung dugaan kejadian keracunan pangan akibat kontaminasi Staphylococcus aureus,” jelas Tajri.

Lebih lanjut, Tajri menerangkan bahwa bakteri tersebut dapat masuk ke makanan melalui berbagai jalur. Mulai dari proses pengolahan yang kurang higienis, kebersihan penjamah makanan, penggunaan peralatan yang tidak memenuhi standar, hingga penyimpanan makanan matang yang tidak sesuai aturan sanitasi.

“Makanan yang terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus ini diduga berasal dari penjamah makanan, peralatan yang kurang higienis maupun proses penyimpanan makanan matang yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi. Bakteri ini juga ditemukan pada muntahan penderita yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut,” tambah Tajri.

Menu MBG yang dikonsumsi para korban berasal dari dapur SPPG Desa Taba Tebelet. Makanan tersebut terdiri dari nasi, perkedel tahu, sambal telur, tumis kol dan jagung, serta buah salak.

Kasus ini langsung menyita perhatian masyarakat Kabupaten Kepahiang karena muncul setelah program MBG disalurkan kepada para pelajar.

Kini, hasil laboratorium memberikan jawaban awal. Dugaan kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab yang paling kuat dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, evaluasi terhadap sistem pengolahan makanan, kebersihan dapur, serta proses penyimpanan tetap menjadi langkah penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan tidak menimbulkan kejadian serupa di kemudian hari.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.