• Sen. Okt 19th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Pilkades Pematang Donok Menarik Perhatian, Arpandi Nomor 1 Bawa 4 Gagasan: Dari Menata Desa hingga Hapus Persepsi Pilih Kasih

Byadmin_jepretnews

Okt 8, 2026

Jepretnews.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pematang Donok, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, memasuki babak yang menarik perhatian masyarakat.

Salah satu nama yang kembali membawa tekad untuk mengabdikan diri di desa kelahirannya ialah Ahmad Arpandi, yang akrab disapa Pen.

Arpandi mengusung nomor urut 1 dalam kontestasi tersebut. Ia membawa sejumlah gagasan yang berfokus pada penataan desa, penguatan kehidupan religius, persatuan masyarakat, serta keterbukaan dalam pelayanan dan pembangunan. Kamis (8/10/2026).

Bagi Arpandi, kembali ke Desa Pematang Donok bukan sekadar mengikuti kontestasi. Ia ingin melanjutkan pengabdian kepada masyarakat dan membawa pengalaman yang telah ia jalani sebagai bahan evaluasi untuk perjalanan pemerintahan desa ke depan.

Nama Arpandi sendiri tercatat sebagai Kepala Desa Pematang Donok dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya. Pada 2026, Pematang Donok juga masuk dalam daftar desa di Kabupaten Kepahiang yang dijadwalkan menggelar Pilkades.

Arpandi dikenal sebagai sosok yang enerjik, ramah, dan bersahaja. Kali ini, ia kembali membawa tekad untuk mendarmabaktikan diri bagi masyarakat Desa Pematang Donok.

Ia melihat masyarakat sebagai bagian penting dalam menentukan arah pembangunan desa. Karena itu, Arpandi memasukkan aspirasi warga sebagai salah satu dasar utama dalam gagasan yang ia tawarkan.

Selain pembangunan fisik, ia juga menyoroti pentingnya kehidupan sosial yang harmonis. Menurut gagasan yang ia sampaikan, desa membutuhkan kebersamaan agar perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat.

1. Menata Desa dengan Membuka Ruang Aspirasi

Gagasan pertama Arpandi berfokus pada penataan desa. Jika terpilih sebagai Kepala Desa Pematang Donok, ia berkomitmen menerima masukan dan aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi terhadap perjalanan 8 tahun masa jabatan yang telah dijalankan.

Dengan pendekatan tersebut, ia ingin menjadikan suara masyarakat sebagai bagian dari evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menjalankan pemerintahan desa.

2. Membangun Desa yang Religius

Tidak hanya berbicara mengenai pembangunan dan pemerintahan, Arpandi juga membawa gagasan penguatan kehidupan religius. Ia ingin mendorong kehidupan masyarakat yang lebih religius sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut gagasan tersebut, pembangunan desa tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan sosial dan keagamaan warga.

3. Pilihan Boleh Berbeda, Persatuan Harus Tetap Terjaga

Poin berikutnya menyentuh persoalan yang kerap muncul setelah kontestasi politik desa, yakni perbedaan pilihan. Arpandi mengajak seluruh masyarakat kembali menjadi satu rumpun untuk membangun Desa Pematang Donok, meskipun warga berasal dari latar belakang suku yang berbeda.

“Perbedaan pilihan dalam pemilihan tidak boleh menjadi alasan untuk terus terkotak-kotak atau terpecah setelah pemilihan berakhir.”

Pesan tersebut menjadi bagian dari gagasan Arpandi untuk mewujudkan Desa Pematang Donok yang damai dan bersatu. Dengan demikian, kontestasi Pilkades hanya menjadi bagian dari proses demokrasi, sedangkan hubungan antarmasyarakat tetap harus terjaga setelah proses pemilihan selesai.

4. Soroti Persepsi Pilih Kasih

Gagasan terakhir Arpandi berkaitan dengan pelayanan dan pembangunan desa.

Ia berupaya menghapus stigma atau persepsi pilih kasih yang berkembang di tengah masyarakat Desa Pematang Donok melalui pelayanan dan pembangunan desa yang terbuka serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Artinya, ia menawarkan keterbukaan sebagai salah satu pendekatan dalam menjalankan pemerintahan desa. Pelayanan masyarakat dan pembangunan desa menjadi dua hal yang ia tempatkan sebagai bagian penting dalam upaya menjawab persepsi tersebut.

Dengan nomor urut 1, Arpandi membawa empat gagasan utama jika mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Pematang Donok. Keempatnya mencakup menata desa, membangun desa yang religius, mewujudkan desa yang damai dan bersatu, serta menghapus persepsi pilih kasih melalui pelayanan dan pembangunan yang terbuka.

Pada akhirnya, masyarakat Desa Pematang Donok akan menentukan pilihan dalam proses Pilkades sesuai dengan pertimbangan masing-masing. Sementara itu, Arpandi menyampaikan satu pesan utama dalam pencalonannya:

“ARPANDI – NOMOR 1. Membangun Desa Pematang Donok dengan kebersamaan, kedamaian, dan keterbukaan.”

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.