Jepretnews.com – Musim panen cengkeh di Kabupaten Natuna telah berakhir, dan para petani kini fokus menjemur hasil panen mereka sebelum dijual ke pasar.
Meskipun produksi cengkeh tahun 2025 mengalami penurunan di beberapa kecamatan, para petani tetap bersyukur karena harga jual cengkeh mulai naik.
Di lansir dari rri.co.id Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya hasil panen tahun ini. Curah hujan yang tinggi serta kondisi angin yang tidak menentu berdampak pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman cengkeh.
Selain itu, serangan hama dan penyakit juga menjadi kendala bagi para petani cengkeh di Natuna.
Saleh tetap optimis karena harga cengkeh kering di Ranai telah mencapai kisaran 110 ribu rupiah, meningkat dari sebelumnya yang hanya berkisar 87 ribu hingga 90 ribu rupiah.
“Saleh berharap harga cengkeh di pasaran tetap stabil atau bahkan meningkat, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan keuntungan meski hasil panen berkurang.” Harap Saleh.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor perkebunan cengkeh, baik dalam hal pembinaan petani maupun upaya pencegahan hama dan penyakit tanaman.
Dengan demikian, produksi cengkeh di Natuna dapat kembali meningkat di tahun-tahun mendatang.
