Bengkulu, Jepretnews.com – Sebuah video amatir yang menampilkan seorang emak-emak ngamuk di sebuah kafe di Kota Bengkulu menjadi viral di media sosial. Rabu (11/6/2025). Dalam video tersebut, emak-emak tersebut terlihat marah karena anaknya tidak diberitahu tentang acara perpisahan dan makan bersama di sekolah TK Dharma Bhakti.
Dalam video tersebut, terdengar suara emak-emak yang merekam video menyebutkan bahwa guru-guru TK Dharma Bhakti pilih kasih. “Anak-anak kami dikucilkan. Iko yang dispecialkan oleh gurunya,” kata emak-emak tersebut sambil menyorotkan kamera ke arah siswa yang menggunakan seragam batik.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Duti Juliarti dan telah ditandai oleh 7 akun lainnya. Banyak netizen yang memberikan komentar dan reaksi terhadap video tersebut. Beberapa di antaranya merasa simpatik dengan emak-emak tersebut, sementara yang lain merasa bahwa reaksi emak-emak tersebut terlalu berlebihan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah TK Dharma Bhakti terkait kejadian ini. Namun, diharapkan bahwa pihak sekolah dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kejadian ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kecemasan di kalangan orang tua siswa.
Kejadian ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan bahwa kejadian seperti ini dapat dihindari dan orang tua siswa dapat merasa lebih tenang dan percaya diri dalam mempercayakan anak-anak mereka kepada pihak sekolah.
Perilaku guru yang dianggap pilih kasih dapat memiliki dampak yang signifikan pada anak-anak. Mereka dapat merasa tidak dihargai dan tidak percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperlakukan semua siswa dengan adil dan memberikan perhatian yang sama kepada setiap anak.
Video viral emak-emak ngamuk di kafe karena anaknya tidak diberitahu soal perpisahan TK ini menjadi perhatian banyak orang. Diharapkan bahwa pihak sekolah dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kejadian ini, serta meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
(Sumber foto screenshot Facebook @Duti Juliarti)
