Kepahiang, Jepretnews.com – Angka pernikahan anak di Kabupaten Kepahiang masih menjadi sorotan serius. Fenomena ini bukan hanya mengancam masa depan para remaja, tetapi juga menghambat kemajuan daerah.
Menyadari urgensi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Wakil Bupati, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak yang menargetkan langsung para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
Bertempat di SMP N 01 Merigi, Desa Taba Mulan, pada Selasa (02/09/2025), acara sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan siswa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Kehadiran Wakil Bupati secara langsung menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memerangi pernikahan anak.
Dalam sambutannya, Abdul Hafizh menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama untuk meraih masa depan yang lebih cerah. “Jangan korbankan masa depan kalian hanya karena terburu-buru menikah. Masa SMP adalah masa emas untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengejar cita-cita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pernikahan anak memiliki dampak yang sangat merugikan, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Remaja yang menikah dini rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi, putus sekolah, hingga kesulitan ekonomi.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jaga diri kalian baik-baik. Fokuslah pada pendidikan, karena itu adalah investasi terbaik untuk masa depan,” pesannya.
Acara sosialisasi ini tidak hanya berisi ceramah, tetapi juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan para siswa. Mereka diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka mengenai pernikahan anak. Hal ini membuat materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dicerna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para remaja.
Selain Wakil Bupati, sosialisasi ini juga melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan pemahaman yang komprehensif tentang bahaya pernikahan anak dan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mencegahnya.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program pemerintah Kabupaten Kepahiang untuk menekan angka pernikahan anak. Diharapkan, dengan edukasi yang masif dan berkelanjutan, kesadaran masyarakat akan dampak buruk pernikahan anak akan meningkat, sehingga kasus pernikahan anak di Kabupaten Kepahiang dapat terus menurun.
