• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Menu Nasional Kalah Populer: Warga Kepahiang Lantang Usulkan Tempoyak dan Lema Masuk Program Makanan Bergizi Gratis!

Byadmin_jepretnews

Okt 7, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com — Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Eko Kurnia Ningsi, dari Fraksi PDIP, baru-baru ini menyelesaikan serangkaian kegiatan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Kunjungannya menutup putaran sosialisasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tiga kecamatan sambil menekankan pentingnya pemenuhan gizi optimal bagi generasi penerus bangsa. Senin (6/10/2025).

Rombongan Hj. Eko Kurnia Ningsi menyambangi tiga lokasi sosialisasi, meliputi Desa Tebat Monok di Kecamatan Kepahiang, Desa Sido Rejo di Kecamatan Kabawetan, dan Desa Bumi Sari di Kecamatan Ujan Mas, sebagai lokasi penutup.

Menariknya, antusiasme masyarakat pada program pemerintah ini memunculkan usulan unik yang segera menarik perhatian sang legislator.

Sensasi Kuliner Lokal: Tempoyak dan Lema Jadi Primadona.

Selama sosialisasi berlangsung, khususnya di dua lokasi, masyarakat secara kompak mengusulkan makanan khas daerah mereka, yaitu Tempoyak dan Lema, untuk dijadikan menu dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Usulan tersebut menandakan betapa kuatnya ikatan masyarakat Kepahiang dengan kuliner tradisional mereka.

Tempoyak, makanan berbahan dasar fermentasi daging durian, serta Lema, hidangan khas yang terbuat dari rebung atau bambu muda yang difermentasi, jelas merebut hati warga Kepahiang.

Mereka memandang kedua menu ini sebagai bagian integral dari identitas lokal dan potensi sumber gizi yang perlu dipertimbangkan dalam skala nasional. Bahkan, Tempoyak dan Lema segera menjadi topik paling hangat dan trending selama rangkaian sosialisasi di Kabupaten Kepahiang, menunjukkan primadona sesungguhnya bagi masyarakat.

Mendengar usulan yang begitu kuat dan antusias tersebut, Hj. Eko Kurnia Ningsi menyambutnya dengan penuh semangat. “Alhamdulillah, hari ini kami mengakhiri sosialisasi di Kabupaten Kepahiang, dan antusiasme masyarakat terasa sangat besar dalam menyambut Makan Bergizi Gratis ini,” tutur Hj. Eko Kurnia Ningsi.

Ia lantas menegaskan keseriusannya terhadap aspirasi warga. “Saya akan menyampaikan usulan Lema dan Tempoyak ini kepada ahli gizi. Tentu perlu mengkaji apakah kedua menu ini bisa memenuhi kriteria dan aman untuk masuk ke dalam menu anak-anak sekolah,” jelasnya.

Dengan demikian, usulan ini memperlihatkan adanya sinergi yang baik antara program nasional dengan kearifan lokal.

Sosialisasi ini sendiri bertujuan memastikan terpenuhinya gizi seimbang bagi anak-anak di Kepahiang, selaras dengan tujuan Program MBG secara keseluruhan, yaitu menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Masyarakat di Kepahiang pun berharap agar menu tradisional favorit mereka benar-benar terwujud sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi nasional.

Ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini.