Jepretnews.com – Warga Kabupaten Kepahiang sempat gempar pada Senin subuh (6/10/2025). Suara tangis bayi mungil cantik yang memecah keheningan dini hari itu sontak menarik perhatian.
Namun, tangis yang awalnya menggemparkan tersebut kini telah bertransformasi menjadi senyum penuh harap dan kebahagiaan bagi ratusan calon orang tua asuh.
Betapa tidak, bayi perempuan cantik yang belum ada identitasnya ini sekarang menjadi sosok yang sangat dinantikan, bahkan menjadi “rebutan” banyak pasangan yang merindukan kehadiran anak.
Bayi cantik ini benar-benar menarik perhatian publik, dan hal tersebut terbukti dari respons calon orang tua asuh yang luar biasa. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan, M.Pd, menjelaskan bahwa banyak sekali orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut.
“Saat ini berkas yang masuk, baik offline maupun online, sudah mencapai 117 orang,” ungkap Helmi Johan. Angka ini menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat. Tingginya antusiasme ini akhirnya memaksa Dinsos untuk mengambil langkah cepat.
Helmi Johan menambahkan bahwa proses penerimaan berkas dan asesmen ditutup pada hari Rabu (8/10/2025) pukul 12 siang. “Kuotanya sudah sangat banyak,” tutup Helmi singkat.
Calon orang tua asuh yang mendaftar bukan hanya berasal dari wilayah sekitar Provinsi Bengkulu saja, tetapi ada pula yang datang jauh-jauh dari Jakarta, menunjukkan betapa luasnya dampak cerita bayi ini.
Di antara ratusan pendaftar yang memasukkan berkas, terselip satu kisah yang sangat menyentuh hati. Kisah ini dibagikan oleh salah satu panitia di Dinsos yang sempat dihubungi langsung oleh seorang calon orang tua asuh.
Pasangan ini menyampaikan permohonan yang begitu mendalam, memancarkan harapan yang tulus untuk mengasuh sang bayi.
“Tolonglah, Pak, kami sudah menikah sembilan tahun tapi belum dikaruniai seorang anak pun,” tulis calon orang tua asuh tersebut dengan nada penuh harap kepada panitia.
“Kami sangat butuh anak. Meskipun jaraknya jauh, saya akan datang ke sana dengan ketulusan hati saya dan istri saya. Tolong dibantu, Pak, untuk saya.” Permintaan yang mengharukan ini menggambarkan kerinduan pasangan tersebut yang sudah begitu lama.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa masih banyak orang di luar sana yang sangat membutuhkan anak untuk menjadi pelipur lara dan penyejuk dalam rumah tangga.
Proses seleksi yang ketat kini menanti Dinsos Kepahiang untuk memastikan bayi nan cantik ini menemukan keluarga yang paling tepat.
Kita semua berharap bayi ini akan segera menemukan orang tua yang penuh kasih. Selain itu, kita juga berharap pasangan yang nantinya mendapatkan anugerah anak cantik ini akan selalu hidup bahagia dan menyayangi sang buah hati dengan sepenuh hati.
Ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini.
