Kepahiang, Jepretnews.com — Aksi pendataan dan pemasangan stiker bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kabupaten Kepahiang kini menyedot perhatian publik secara masif.
Langkah berani Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang, H. Helmi Johan, M.Pd., yang secara langsung memimpin penempelan stiker “Masyarakat Miskin” menjadi sebuah fenomena baru yang sangat menarik untuk disorot.
Kebijakan ini segera memicu reaksi tak terduga yang mengungkap dinamika sosial di lapangan.
Saat memimpin tim Dinsos menyambangi rumah penerima bantuan di Kelurahan Padang Lekat, Kepala Dinas Sosial H. Helmi Johan berdialog langsung dengan salah seorang ibu penerima bansos.
Beliau mencoba menjelaskan maksud dan tujuan penempelan stiker tersebut. Namun, respons yang Helmi Johan terima sungguh mengejutkan.
Seorang ibu penerima BPNT terang-terangan menolak rumahnya ditempeli stiker penanda status kemiskinan dan justru memilih mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan.
“Ini penerima BPNT ya?” tanya Kepala Dinsos yang kemudian dijawab oleh pendamping BPNT, “Iya, penerima BPNT,” pada Senin, 20 Oktober 2025.
Melihat keengganan si Ibu, Helmi Johan segera merespons dengan tegas namun persuasif. “Kalau ibu tidak bersedia dipasang, ibu mundur, kami tidak jadi masang,” ujar Helmi Johan, memberikan pilihan yang jelas.
Tanpa pikir panjang, ibu tersebut langsung mengambil keputusan drastis. “Kalau seperti itu, mundur saja, tidak mengambil lagi,” jawab ibu penerima bansos tersebut, membatalkan haknya secara sukarela.
Mobil Hitam di Garasi. Sorotan Tajam di Balik Keengganan Menerima Bantuan.
Menyusul keputusan pengunduran diri tersebut, suasana di lokasi pemasangan stiker segera berubah. Terlihat pemandangan kontras yang terlihat mencolok. Di dalam garasi rumah ibu penerima bansos itu, terparkir rapi sebuah mobil berwarna hitam.
Pemandangan ini lantas menimbulkan dugaan kuat bahwa penolakan stiker bukan hanya didasari rasa malu, tetapi juga fakta bahwa kondisi ekonomi keluarga tersebut sebenarnya sudah jauh lebih baik dari kriteria penerima bansos.
Kasus ini sontak memantik semangat Kepala Dinsos untuk menjadikan fenomena ini sebagai momentum.
Helmi Johan berharap kejadian ini segera menjadi dorongan bagi masyarakat yang merasa sudah mampu untuk secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial.
Pemasangan stiker ini secara efektif mendorong penerima bantuan untuk jujur terhadap kondisi ekonomi mereka.
Pelaksanaan pemasangan stiker ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam menertibkan data penerima bantuan sosial agar tepat sasaran. Kegiatan pemasangan stiker ini tidak Dinsos lakukan sendirian.
Kepala Dinsos H. Helmi Johan, M. Pd., memimpin langsung tim gabungan, didampingi oleh Camat Kepahiang, Lurah, Ketua RT setempat, serta melibatkan Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Mereka bersama-sama memastikan program BPNT benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
Aksi ini sekaligus memberikan pesan kuat bahwa Dinsos Kepahiang akan terus memantau dan memverifikasi kelayakan penerima bantuan secara berkala dan transparan.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk mendapatkan informasi terkini.
