• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Gunung Uang Rp6,6 Triliun Tumpah di Kejagung, Prabowo: Saya Siap Mati Demi Rakyat!

Byadmin_jepretnews

Des 25, 2025

Jepretnews.com – Pemandangan luar biasa tersaji di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, pada Rabu (24/12/2025).

Tumpukan uang tunai pecahan Rp100.000 setinggi 1,5 meter tampak memenuhi ruangan, menandai keberhasilan besar pemerintah dalam mengamankan aset negara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung menyaksikan “gunung uang” hasil rampasan dan denda administratif tersebut sebagai bukti nyata komitmennya memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.

Dalam pidato yang berapi-api, Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para perampok kekayaan negara.

Beliau mengibaratkan kondisi Indonesia saat ini seperti tubuh manusia yang mengalami pendarahan hebat akibat korupsi dan penyelundupan.

“Jika badan manusia setiap hari bocor, pada akhirnya badan itu akan kolaps. Negara pun sama,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas. Dikitip dari youtube sekretariat presiden.

Beliau menyoroti bagaimana laporan palsu, suap pejabat, hingga aksi penyelundupan telah menggerogoti kekuatan ekonomi bangsa selama bertahun-tahun.

Menurutnya, praktik-praktik kotor ini merupakan skenario yang diinginkan oleh kekuatan tertentu untuk melemahkan kedaulatan Indonesia.

Kejaksaan Agung melaporkan bahwa total uang yang terkumpul dalam seremoni tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp6,62 triliun.

Angka raksasa ini berasal dari dua sumber utama yang mencerminkan ketegasan hukum saat ini.

Pertama, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) berhasil menagih denda administratif kehutanan sebesar Rp2,34 triliun.

Kedua, korps Adhyaksa sukses menyelamatkan keuangan negara senilai Rp4,28 triliun melalui penanganan berbagai perkara tindak pidana korupsi.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi berkompromi dengan para pelanggar aturan di sektor sumber daya alam.

Lebih dari sekadar tumpukan uang tunai, keberhasilan ini juga mencakup penguasaan kembali lahan hutan dalam skala masif.

Satgas PKH mencatatkan prestasi gemilang dengan mengamankan kembali lahan perkebunan seluas 4.081.560 hektar hanya dalam waktu 10 bulan.

Pencapaian ini melesat hingga 400 persen dari target awal yang ditetapkan pemerintah. Jika dikonversi, nilai indikasi lahan yang berhasil diselamatkan tersebut menembus angka lebih dari Rp150 triliun.

Penyerahan tahap V ini secara simbolis mengembalikan hak rakyat atas kekayaan alam yang selama ini dikuasai secara ilegal oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo kembali melontarkan sumpah setianya kepada rakyat Indonesia.

Beliau menegaskan bahwa ancaman dari pihak manapun, termasuk kekuatan asing, tidak akan menyurutkan langkahnya untuk membersihkan Indonesia dari praktik lancung.

“Saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat adalah sebuah kehormatan,” pungkas Prabowo.

Pernyataan berani ini seolah menjadi genderang perang yang terus bertalu bagi siapa saja yang masih berani mencoba merampok kekayaan negeri.

Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!

https://www.facebook.com/share/17dUVsotwV/