Jepretnews.com – Harga emas (XAU/USD) mengalami penurunan lebih dari 0,50% pada hari Senin, 26 Mei 2025, akibat menurunnya minat investor terhadap aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan tarif tambahan sebesar 50% terhadap produk Uni Eropa.
Namun, analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai bahwa tren kenaikan emas belum berakhir.
– Kondisi Fiskal AS: Kekhawatiran terkait kondisi fiskal AS tetap membayangi, membatasi tekanan turun lebih lanjut.
– Geopolitik: Konflik antara Rusia dan Ukraina meningkatkan ketegangan internasional, membuat emas menjadi pilihan strategis.
– Permintaan Fisik: Asia tetap menjadi penopang kuat bagi harga emas, dengan impor bersih emas oleh China melalui Hong Kong melonjak lebih dari dua kali lipat pada April.
Berdasarkan analisis teknikal, harga emas berpotensi menguji dan menembus level resistance di US$ 3.367 jika minat beli kembali menguat. Namun, jika terjadi pembalikan arah, support terdekat di level US$ 3.322 menjadi batas penting.
Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada sejumlah data ekonomi utama AS, termasuk:
– Laporan pesanan barang tahan lama
– Notulen rapat FOMC
– Data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama
– Indeks inflasi PCE
Harga emas saat ini berada di kisaran US$ 3.336 per troy ounce, dengan volume perdagangan yang cenderung rendah karena libur nasional di Inggris dan AS.
Meskipun pergerakan harga saat ini tampak stabil, emas tetap menjadi pilihan strategis di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global.
