• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Bolehkan Keluarga Bayi Makan Daging Aqiqah

Byadmin_jepretnews

Jun 2, 2025

Jepretnews.com – Aqiqah adalah sunnah muakkad bagi setiap orang tua yang baru saja memiliki anak. Pada hari ketujuh kelahiran, orang tua disunnahkan untuk mengaqiqahkan anaknya dengan memotong hewan kambing. Tapi, apakah daging aqiqah boleh dikonsumsi oleh keluarga bayi?

Dilansir dari detik.com Menurut para ulama, daging aqiqah boleh dimakan oleh keluarga dan juga boleh disedekahkan. Namun, daging aqiqah tidak boleh diperjual belikan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik, keluarga dapat memakan daging aqiqah dan menyedekahkannya.

“Demikian ini adalah tradisi kami dalam hal aqiqah. Bahwa siapa yang ingin melakukan aqiqah bagi anaknya, cukup satu kambing, baik anak laki-laki maupun perempuan. Praktik aqiqah ini tidak wajib, melainkan sunnah saja. Praktik ini sudah biasa dilakukan oleh orang-orang kami. Orang yang melakukan aqiqah sama seperti kurban, tidak boleh hewan (cacat), seperti hewan yang buta, yang lemah dan kurus kering, yang patah tulang, dan yang sakit.

Daging (aqiqah) tidak boleh dijual sedikit pun, tidak juga kulitnya. Tulangnya juga (tidak) boleh dipatahkan. Keluarga boleh memakan (daging) aqiqah dan menyedekahkannya. Anak (bayi yang diaqiqah) tidak boleh terkena darah dari hewan tersebut.” (Muwaththa Malik No 1076)

Syarat hewan aqiqah sama dengan kurban, yaitu cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Untuk anak laki-laki, aqiqahnya dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan, aqiqahnya seekor kambing.

“Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama (pada hari ketujuh tersebut).” (HR Bukhari)

Dengan melaksanakan aqiqah, orang tua dapat membiasakan diri bersikap dermawan, menjauhi sifat kikir, dan sebagai ikrar untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT. Selain itu, aqiqah juga dapat menjadi pendidikan bagi anak untuk mengenal Allah sedini mungkin.

Jadi, keluarga bayi dapat menikmati daging aqiqah sebagai bentuk syukur atas kelahiran bayi dan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *