Kepahiang, Jepretnews.com – Kota Kepahiang mendadak berubah menjadi lautan warna dan keceriaan! Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dirayakan dengan cara yang luar biasa meriah, yaitu melalui Karnaval Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Festival Drum Band.
Acara yang berlangsung semarak ini berhasil menarik perhatian ribuan warga, membuat suasana kota terasa penuh semangat nasionalisme.
Di kutip dari Kominfo Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP, didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, Ketua DPRD Gregory Dayefiandro, dan Sekda Dr. Hartono. Mereka menyaksikan langsung antusiasme 74 peserta PAUD yang siap memeriahkan karnaval.
Yang paling menarik perhatian adalah kembalinya Festival Drum Band setelah sepuluh tahun vakum. “Sudah sepuluh tahun kegiatan ini tidak dilaksanakan, dan tahun ini akhirnya dapat kita adakan kembali,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nining Fawely Pasju.
Sembilan regu drum band ikut serta, menunjukkan bakat dan kekompakan mereka. “Harapannya, tahun-tahun mendatang pelaksanaan festival akan semakin semarak,” tambahnya penuh harap.
Dalam sambutannya, Bupati H. Zurdi Nata menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia. Beliau menegaskan bahwa meskipun di tengah keterbatasan anggaran, semangat perayaan kemerdekaan harus tetap berkobar. “Sebagai wujud rasa syukur, karnaval dan festival ini menjadi salah satu warna perayaan HUT ke-80,” katanya.
Bupati juga menitipkan pesan penting kepada para orang tua dan guru. Beliau menekankan pentingnya mendidik anak-anak sejak dini, karena merekalah calon pemimpin bangsa yang akan meneruskan estafet pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya titip anak-anak ini untuk dididik, diperhatikan, dan dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa,” pesannya.
Setelah sambutan, Bupati H. Zurdi Nata secara simbolis mengibarkan bendera start, menandai dimulainya pawai. Peserta karnaval PAUD memulai perjalanan dari Jalan Balai Benih dan mengakhirinya di Rumah Adat Kepahiang.
Kemeriahan acara ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi momen untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi penerus sejak usia yang sangat muda.
