• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Merayakan Kemerdekaan dengan Semangat: Pedagang di Sengkuang Raup Cuan saat HUT RI ke-80!

Byadmin_jepretnews

Agu 17, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Sengkuang dirayakan dengan semarak dan penuh makna. Minggu 17 Agustus 2025.

Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Sumber Sari untuk mengikuti upacara bendera, menandai puncak dari perayaan yang penuh kebanggaan. Namun, di balik khidmatnya upacara, ada cerita lain yang tak kalah menarik: semangat wirausaha yang menyala di tengah-tengah keramaian.

Tak hanya mengibarkan bendera, para pedagang lokal turut ambil bagian dalam kemeriahan ini, menjadikannya kesempatan emas untuk mengais rezeki. Salah satunya adalah Ani, seorang warga Sumber Sari yang membuka lapak dagangannya di pinggir lapangan. Ia menceritakan bagaimana momen HUT RI menjadi berkah bagi dirinya dan para pedagang lainnya.

“Momen HUT ke-80 ini luar biasa. Masyarakat Sengkuang sangat antusias datang ke lapangan untuk upacara, dan kami para pedagang juga ikut merasakan euforianya,” ujar Ani dengan senyum.

“Bukan cuma merayakan, tapi juga mengais rezeki. Ini bukti kalau semangat kemerdekaan itu menyatukan kita, baik dalam upacara maupun dalam berjuang untuk keluarga.”

Menurut Ani, tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya rasa persatuan. “Seluruh masyarakat Sengkuang sangat antusias memaknai sila ketiga, ‘Persatuan Indonesia’. Ini yang membuat perayaan tahun ini terasa spesial,” tambahnya.

Lapang Sumber Sari yang biasanya sepi, kini berubah menjadi pusat keramaian. Aroma sate, es dawet, dan berbagai jajanan pasar bercampur dengan tawa riang anak-anak yang bermain di sela-sela lapak pedagang.

Di sini, semangat kebangsaan dan semangat ekonomi berpadu harmonis, menciptakan perayaan kemerdekaan yang tak hanya membangkitkan rasa nasionalisme, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Perayaan HUT RI ke-80 di Sengkuang adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara formal, tetapi juga dihidupkan dalam setiap langkah, setiap usaha, dan setiap tawa yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.