• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Kemerdekaan Seolah Cuma Mimpi di Desa Ini, Jenazah Warga Sampai Harus Diangkut Pakai Motor!

Byadmin_jepretnews

Agu 24, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com – Di tengah euforia perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah potret kelam dari Desa Langgar Jaya, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, muncul ke permukaan. Kemerdekaan yang begitu diagungkan seolah tak pernah menyentuh denyut nadi desa ini. Kisah miris dua jenazah yang harus diangkut dengan cara ekstrem, menunjukkan betapa sulitnya hidup di sana, bahkan untuk urusan terakhir.

Peristiwa yang menggemparkan kembali terjadi pada Kamis, 23 Januari 2025 lalu. Sebuah video viral menunjukkan warga Desa Langgar Jaya bergotong-royong mengangkut jenazah seorang nenek berusia 60 tahun bernama Wan Sepi. Bukan di atas keranda yang layak, jenazah Wan Sepi justru harus dibawa melintasi jalanan terjal, curam, dan penuh lumpur. Warga terpaksa menggunakan motor yang dimodifikasi seadanya, berjuang mati-matian agar jenazah bisa sampai ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Kejadian ini seolah mengulang kembali tragedi yang sama. Pada pertengahan tahun 2023, tepatnya Minggu, 4 Juni 2023, nasib serupa menimpa jenazah Sukur (64). Pria paruh baya ini juga harus diangkut menggunakan motor melewati medan yang sama, karena tidak ada akses jalan yang memadai untuk mobil ambulans atau kendaraan lainnya.

Ketidakmerdekaan ini dirasakan oleh seluruh penduduk Desa Langgar Jaya. Di saat sebagian besar warga Indonesia merayakan kemerdekaan dengan meriah, masyarakat di sini hanya bisa berharap dan bermimpi tentang satu hal: jalan yang layak. Akses jalan yang memadai adalah kunci bagi mereka untuk bisa berinteraksi dengan dunia luar, membawa hasil panen, atau sekadar mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, harapan itu sampai saat ini masih menjadi angan-angan.

Kisah pilu ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Ketika kemerdekaan digaungkan, masih ada sudut-sudut negeri yang terisolasi dan jauh dari kata sejahtera. Jenazah yang diangkut dengan motor, jalanan yang tak bisa dilalui kendaraan, adalah cermin nyata bahwa pembangunan belum merata.

Desa Langgar Jaya menuntut haknya, bukan untuk pesta merdeka yang meriah, melainkan untuk akses jalan yang memungkinkan mereka hidup layaknya manusia merdeka seutuhnya.