Kepahiang, Jepretnews.com – Berita yang beredar masif di media sosial segera memantik reaksi cepat dari jajaran pemerintah daerah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan, bersama sejumlah stafnya, langsung mendatangi kediaman Lukmanudin (63), seorang warga yang terbaring karena stroke menahun di Desa Pungguk Meranti, Kecamatan Ujan Mas. Kunjungan ini membuktikan kesigapan Dinsos dalam merespons isu publik.
Setibanya di lokasi, Helmi Johan secara gamblang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang. “Kami dari pemerintah daerah ikut prihatin dengan kondisi Bapak Lukmanudin,” kata Helmi.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan bantuan kepada Lukmanudin sejak lama, jauh sebelum kasus ini viral. Pernyataan ini menepis anggapan bahwa Dinsos baru bertindak setelah adanya desakan dari media sosial.
Helmi Johan menjelaskan secara rinci berbagai jenis bantuan yang sudah disalurkan oleh Dinsos. “Melalui Dinsos, kami sudah lama memberikan bantuan kepada Bapak Lukman. Kami menyalurkan sembako dan juga kursi roda yang di salurkan melalui psmsritah desa meski kursi roda tersebut tidak terpakai,” papar Helmi, Senin (6/10/2025).
Lebih dari sekadar bantuan fisik, Dinsos juga memastikan jaminan kesehatan Lukmanudin. Mereka sudah menyediakan kartu BPJS agar ia bisa mendapat akses pengobatan. Tidak berhenti di situ, pihak Puskesmas setempat juga melakukan pengecekan rutin.
Helmi menambahkan bahwa bantuan finansial dan kebutuhan pokok juga tersedia dari pemerintah desa. Dengan demikian, berbagai pihak telah menyokong hidup Lukmanudin.
Putra, salah satu anak dari Bapak Lukmanudin, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Dinsos. “Kami mengucapkan terima kasih kalau bantuan dari Dinsos,” ujar Putra. Ia juga membenarkan bahwa pihak keluarga menerima bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Desa.
Saat ini, kondisi Bapak Lukmanudin memaksa dirinya terbaring di tempat tidur. Penyakit stroke menahun telah merenggut kebebasannya, membuatnya harus menghabiskan hari-harinya di atas tempat tidur.
Menanggapi kemungkinan pengobatan lebih lanjut, Helmi Johan menyatakan kesiapan Dinsos untuk mencarikan solusi. “Jika nanti memang ingin berobat, kami akan carikan solusinya,” ungkap Helmi. Namun, ia memberikan catatan penting terkait alur koordinasi.
“Proaktif dari pihak keluarga menjadi faktor yang utama,” tegas Helmi.
Ia menjelaskan bahwa Dinsos bersifat menunggu informasi dan inisiatif dari pihak keluarga untuk bergerak cepat memproses kebutuhan medis selanjutnya.
Bagi para dermawan yang terketuk hatinya, mereka bisa mendatangi kediaman Bapak Lukmanudin di Desa Pungguk Meranti, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang.
Silakan ikuti grup Facebook Jepretnews untuk mendapatkan informasi terkini.
