• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Kepala Desa Pekalongan di Kepahiang ‘Menyerah’ Kami Pemerintah Desa Agak Keberatan Curhat ke Dinsos: Hadapi Kemiskinan ‘Ekstrem’ dan Penyakit Tumor

Byadmin_jepretnews

Okt 10, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com — Tuntutan sosial yang begitu besar telah membuat seorang pemimpin harus angkat tangan dan mencari bantuan.

Secara mengejutkan, Kepala Desa Pekalongan, Saripah Ainun Harahap, dari Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, blak-blakan menyampaikan curahan hatinya kepada Dinas Sosial (Dinsos).

Curhat ini mencuat saat Sarasehan Sinergi dan Kolaborasi Dalam Penanganan Masalah Sosial di Masyarakat yang Dinsos Kabupaten Kepahiang selenggarakan pada hari Kamis, 9 Oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Saripah Ainun Harahap tidak sungkan mengungkap kondisi yang sangat pelik di desanya. Dia secara lugas menyoroti tingkat perekonomian beberapa warganya yang tergolong sangat standar, bahkan ekstrem.

“Salah satu masyarakat kami itu, kalau untuk ekonomi sangat standar bisa di bilang ekstrem.” ujar Saripah Ainun, membuka curhatannya.

Lebih lanjut, ia menceritakan tentang satu kasus yang menguras perhatian dan energi pemerintah desa. Seorang siswa MTS kelas tiga di desa saat ini sedang berjuang melawan penyakit.

Siswa itu mengidap tumor yang awalnya telah dioperasi di tangan, namun kemudian menyebar ke bagian kaki yang juga sudah dioperasi kedua di Bengkulu. Kondisi kesehatan warga ini telah menjadi beban moral yang berat bagi aparat desa.

Saripah Ainun kemudian mengalihkan fokus pembicaraan pada kendala logistik yang mereka hadapi. Hal yang paling mereka rasakan sangat memberatkan adalah saat bolak-balik dari Pekalongan ke Bengkulu demi pengobatan siswa tersebut.

“Yang kita kasiani dia bolak-baliknya pak ke Bengkulu – Pekalongan,” tuturnya dengan nada prihatin.

Pemerintah desa sebenarnya telah berupaya keras membantu. Mereka bahkan telah meminjam ambulans gratis. Meskipun demikian, masalah belum sepenuhnya tuntas. Penggunaan ambulans gratis tidak mencakup seluruh biaya. Biaya bensin dan sopir masih menjadi tanggung jawab yang harus mereka bayarkan.

“Biayanya juga, walaupun ambulans gratis, bensin sama sopir masih mau kita bayar,” jelas Saripah Ainun, menjelaskan dilema yang mereka hadapi.

Permintaan bantuan ini bukan sekadar soal dana, namun pencarian solusi jangka panjang untuk menangani kasus-kasus kompleks semacam ini di wilayahnya.

“Jadi kami juga untuk pemerintah desa memang agak keberatan. Ibaratnya, ongkos ke situ tidak mungkin kami terus yang ingin, ibaratnya, ingin bolak balik.” Tutup Saripah Ainun dalam vidio di menit ke 1:47 detik pada Kamis pukul 11.44 siang (9/10/2025). Menandakan betapa kompleksnya permasalahan sosial yang harus mereka hadapi di lapangan.

Curahan hati yang blak-blakan dari Kepala Desa Pekalongan ini membuka mata publik mengenai kompleksitas masalah sosial yang dialami desa-desa.

Tuntutan dan harapan masyarakat seringkali melebihi kapasitas finansial dan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah tingkat desa.

 

Ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini!