• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Viral! Satu Ibu Berkorban, Ratusan Penerima Bansos di Kepahiang Berbondong-bondong Mengundurkan Diri! Kenapa Mereka Melakukannya?

Byadmin_jepretnews

Okt 13, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com – Sebuah gelombang kesadaran sosial yang mengejutkan tengah menyapu Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Berawal dari tindakan heroik seorang ibu yang identitasnya diinisialkan sebagai Ibu X, (11/10/2025) viral, ratusan penerima bantuan sosial (bansos) secara sukarela dan serentak memutuskan untuk mengundurkan diri.

Tindakan mulia Ibu X ini membuktikan bahwa semangat berbagi dan berkorban masih menjadi denyut nadi dalam masyarakat kita.

Kisah ini bermula ketika Ibu X, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), mengambil langkah yang sangat langka.

Ia dengan tulus hati menyatakan pengunduran dirinya dari daftar penerima bansos. Ibu X menegaskan bahwa masih banyak warga lain di Kepahiang yang kondisinya jauh lebih memerlukan dan layak mendapatkan uluran tangan dari pemerintah.

Keputusan ini bukan hanya sebuah penolakan, tetapi sebuah pernyataan moral yang kuat tentang arti sejati dari menerima dan memberi.

Tidak butuh waktu lama. Hanya dalam kurun waktu dua hari setelah tindakan Ibu X viral dan menjadi perbincangan hangat, sebuah fenomena tak terduga muncul.

Ratusan ‘emak-emak’ penerima bansos di Kabupaten Kepahiang yang terdiri dari penerima PKH dan BPNT secara kolektif mengikuti jejak Ibu X. Mereka secara sukarela dan penuh kesadaran mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial.

Fenomena ratusan pengunduran diri ini jelas menunjukkan sebuah kesadaran masyarakat yang luar biasa. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepahiang, H. Helmi Johan, M. Pd, memberikan pengakuan atas dampak positif yang dibawa oleh Ibu X.

“Efek domino dari Ibu X yang mengundurkan diri dari penerima PKH membawa dampak positif yang luar biasa terhadap masyarakat di Kepahiang. Ratusan emak-emak di Kepahiang langsung mengundurkan diri dari Program PKH dan BPNT,” ujar Helmi Johan, membenarkan kejadian yang terjadi. Pada Senin (13/10/2025).

Helmi Johan menambahkan, kisah ketulusan Ibu X ini berhasil membuka mata dan kesadaran masyarakat luas mengenai siapa yang seharusnya benar-benar berhak menerima bantuan sosial.

Pengunduran diri massal ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat Kepahiang kini bersama-sama memiliki visi untuk memastikan penyaluran bansos di masa depan akan lebih tepat sasaran.

Mereka, secara bersama – sama, sedang menggiring penerima bantuan sosial ke depan agar benar-benar jatuh kepada tangan yang membutuhkan.

Kisah inspiratif ini diharapkan akan menjadi titik balik krusial bagi kesadaran masyarakat Kabupaten Kepahiang.

Ini bukan sekadar tentang penolakan dana, tetapi tentang sebuah gerakan moral yang menyerukan keadilan sosial, memastikan bahwa setiap rupiah bantuan benar-benar menopang mereka yang paling membutuhkan.

Tindakan kolektif ini membuktikan bahwa kebaikan yang dimulai dari satu orang dapat memicu gelombang perubahan yang masif dan bermanfaat bagi banyak orang.

 

Ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini.