• Rab. Jul 29th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Memilukan! Lansia Penjual Lemang di Kepahiang Hidup Terprangkap di ‘Gubuk Bambu’ Miring, Dapur 2 Kali Tertimpa Longsor! Kapolda Ditagih Janji Kemanusiaan!

Byadmin_jepretnews

Okt 27, 2025

Kepahiang, Jepretnews.com – Sebuah kisah perjuangan hidup yang mengiris hati tersingkap di kawasan Simpang Pensiunan, Kabupaten Kepahiang. Pasangan lansia, Bapak Gunawan dan Ibu Jaya, saat ini berjuang keras menghadapi usia senja di tengah himpitan ekonomi dan ancaman bahaya.

Mereka hanya mengandalkan pendapatan dari jualan lemang, sementara tempat tinggal mereka hanyalah sebuah gubuk rapuh berdinding bambu, yang lokasinya sangat rawan tertimbun longsor.

Redaksi Jepretnews.com Senin 27 Oktober 2025 mendatangi kediaman mereka dan mendengar langsung pengakuan pilu dari Bapak Gunawan dan Ibu Jaya. Mereka menceritakan bahwa untuk menyambung hidup, mereka benar-benar hanya menggantungkan diri pada hasil penjualan lemang setiap harinya.

Ibu Jaya menjelaskan betapa gentingnya situasi mereka. “Kami makan dari berjualan lemang. Jualan ini menjadi satu-satunya yang kami harapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dengan demikian, setiap batang lemang yang terjual menjadi sember mereka bertahan hidup. Kenyataan ini menunjukkan betapa rentannya posisi mereka di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Bapak Gunawan dikenal sebagai pekerja keras. Ia mencari nafkah dengan mengayuh becak di pasar Kepahiang. Namun, bertambahnya usia membawa tantangan fisik yang berat. Kesehatan Bapak Gunawan terus menurun, memaksa dia membuat keputusan sulit.

Bapak Gunawan menceritakan alasan ia meninggalkan pekerjaan lamanya. “Pendengaran saya sudah sangat berkurang, penglihatan saya juga terganggu. Karena kondisi fisik, saya tidak bisa lagi mengayuh becak,” tuturnya dengan nada penyesalan.

Keterbatasan indra pendengaran dan penglihatan inilah yang secara otomatis merenggut sumber penghasilan utama bapak Gunawan.

Akibatnya, Bapak Gunawan sekarang hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Sayangnya, beliau tidak memiliki pekerjaan yang sifatnya tetap. Kondisi ini membuat pemasukan mereka sangat tidak stabil, sehingga menambah kesulitan hidup yang sudah mereka hadapi.

Selain tekanan ekonomi, pasangan ini juga dihantui rasa cemas akan tempat tinggal mereka. Ibu Jaya membeberkan bahwa rumah mereka, yang hanya terbuat dari bambu, berdiri di lokasi yang berpotensi tertimbun longsor.

“Dapur rumah kami sudah dua kali tertimbun longsor,” kata Ibu Jaya dengan suara lirih. Kejadian berulang ini tentu saja menimbulkan trauma mendalam. Mereka kini hidup dalam ketakutan bahwa rumah mereka bisa tertimbun longsdor sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras turun. Mereka betul-betul membutuhkan tempat tinggal yang kokoh dan aman.

Melihat kondisi yang mengkhawatirkan dan bahaya yang mengintai nyawa mereka. Mereka menaruh harapan besar dan secara terbuka memohon bantuan kepada Bapak Kapolda Bengkulu.

“Kami memohon kepada Bapak Kapolda Bengkulu, sekiranya Bapak berkenan, tolonglah bantu perbaikan rumah kami.” pinta Ibu Jaya, menyuarakan permintaan mereka agar pihak kepolisian dapat memberikan dukungan nyata melalui program bantuan sosial.

Kisah Bapak Gunawan dan Ibu Jaya ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat. Diperlukan aksi cepat tanggap untuk menyelamatkan pasangan lansia ini dari kondisi hidup yang tidak layak dan ancaman bahaya tertimbun longsor yang terus menghantui.

Sebelumnya di britakan saat bedah rumah di Kelurahan Padang Lekat Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.IK, M.Si, menyampaikan, masyarakat di minta untuk mengusulkan bedah rumah apabila ada masyarakat yang membutuhkan, dengan syarat tanah merupakan milik pribadi masyarakat.

 

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk mendapatkan informasi terkini.