• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Bencana Mengerikan! Banjir Setinggi Atap Paksa Narapidana Dibebaskan dari Lapas Aceh Tamiang! Menteri Buka Suara Alasan Kemanusiaan

Byadmin_jepretnews

Des 7, 2025

Jepretnews.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan mengenai penanganan bencana banjir ekstrem di Aceh.

Dia menjelaskan bahwa petugas terpaksa mengambil langkah drastis dengan mengeluarkan warga binaan dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Bagaimana tidak, air bah di kawasan itu telah mencapai ketinggian atap bangunan, sebuah situasi yang jelas mengancam nyawa.

Menteri Agus menyampaikan informasi genting ini saat bertemu dengan wartawan usai menyerahkan bantuan kemanusiaan besar-besaran untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Kantor Kemenimipas, Jakarta, pada Jumat (5/12/2025).

“Ada satu lapas di Tamiang yang karena sudah sampai di atap, ini terpaksa warga binaan pemasyarakatan yang ada di sana, ya, harus dikeluarkan,” tegas Agus. Seperti di lansir dari kompas.com.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa keputusan sulit ini mereka ambil semata-mata atas dasar kemanusiaan. Jelas sekali, jika petugas tidak segera melepaskan mereka ketika banjir sudah setinggi atap, justru merekalah yang akan disalahkan karena lalai melindungi nyawa tahanan.

Meskipun begitu, ia mengakui bahwa hingga saat ini mereka belum dapat memastikan keberadaan seluruh warga binaan secara pasti.

Pasalnya, situasi di lapangan masih sangat tidak kondusif, sehingga pendataan menyeluruh belum memungkinkan. “Mudah-mudahan nanti setelah semuanya reda, nanti kita akan bisa inventarisasi kembali,” harapnya.

Sementara itu, Menteri Agus telah memerintahkan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk segera menangani kondisi darurat tersebut. Tak hanya itu, Ditjen Imigrasi juga mereka kerahkan untuk mendata secara cermat kondisi unit pelaksana teknis (UPT) yang terkena dampak bencana alam.

Oleh karena itu, hasil revitalisasi dan pendataan tersebut akan mengungkapkan kerusakan apa saja yang telah terjadi dan masalah apa saja yang ditimbulkan oleh bencana.

“Nanti dari hasil revitalisasi, nanti akan kita ketahui, kerusakan-kerusakan apa yang ditemukan, permasalahan-permasalahan apa yang terjadi, dampak daripada bencana nanti akan kita lakukan upaya penanggulangan bersama,” jelasnya.

Di sisi lain, Kemenimipas juga menunjukkan kepedulian yang mendalam dengan mengirimkan bantuan masif pada hari Jumat.

Bantuan yang berisi beras, kebutuhan vital bagi wanita dan bayi, hingga makanan siap saji itu mereka kirimkan untuk korban banjir di wilayah utara Sumatera, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Agus mengungkapkan bahwa mereka mengirimkan bantuan ini melalui armada TNI Angkatan Laut. Mengapa memilih jalur laut? Sebab, jenis bantuan yang mereka kirimkan terbilang sangat berat jika harus diangkut melalui udara.

Rincian bantuan yang dikirimkan sungguh luar biasa.

“Kita kirimkan 20 ton beras, 1.500 pasang pakaian dalam wanita, 3.120 pieces pembalut wanita, 3.152 pieces pampers (popok) anak-anak, 9.200 kaleng susu, 2.660 kaleng sarden, 2.000 dus mi instan, dan 2.000 kaleng biskuit,” rincinya.

Dengan demikian, bantuan ini menjadi wujud nyata keprihatinan serta bentuk solidaritas sosial Kemenimipas kepada korban banjir. Sebagai penutup, ia juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Kemenimipas yang telah berdonasi.

“Sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden, kita semua turut prihatin dan punya kewajiban sosial untuk berkontribusi membantu meringankan penderitaan dari teman-teman kita,” pungkasnya.

 

Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!