Jepretnews.com – Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, benar-benar menyambut kabar gembira yang luar biasa. Secara fantastis, wilayah ini memperoleh kucuran dana sebesar Rp 60 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu.
Hal ini di sampaikan pada Selasa, 2 Desember 2025 saat para legislator melakukan audiensi di Kepahiang, dan menandai langkah maju signifikan bagi percepatan pembangunan daerah. Senin 8 Desember 2025.
Anggaran jumbo ini, yang bersumber langsung dari kantong provinsi, berfokus pada peningkatan masif sektor infrastruktur di seluruh penjuru Kabupaten Kepahiang.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip, MM, bersama dua legislator lainnya, H. Zainal, S.Sos M.Si, dan Ir. H Darmawansyah, ST, secara langsung menyampaikan kabar ini di Kepahiang, memastikan informasi tersebut sampai kepada masyarakat.
Edwar Samsi menjelaskan secara rinci alokasi dana yang membidik proyek-proyek vital. Prioritas utama adalah proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Ada alokasikan Rp 12 miliar untuk pembangunan jalan di Seberang Musi, yang secara strategis menghubungkan Desa Benuang Galing langsung ke perbatasan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),” ujar Edwar Samsi, memberi detail awal.
Selain itu, proyek ambisius lain melibatkan jalur Pasar Kepahiang menuju perbatasan Sumsel, yang membutuhkan investasi sebesar Rp 15 miliar. Artinya, total Rp 27 miliar tercurah hanya untuk memastikan Kepahiang memiliki akses jalan mulus dan efisien ke provinsi tetangga.
Tak hanya berhenti pada jalan penghubung antarprovinsi, dewan juga memastikan sektor pariwisata mendapat perhatian serius.
“Kami mengalokasikan dana kurang lebih sekitar Rp 25 miliar untuk pembangunan Jembatan Bogor Baru,” tambah Edwar. Jembatan ini, memiliki peran krusial karena menghubungkan akses utama ke berbagai sektor pariwisata unggulan di Kepahiang.
Namun demikian, komitmen APBD Provinsi tidak terhenti pada infrastruktur fisik semata. Edwar Samsi menegaskan bahwa dana tersebut juga mendukung program kolaboratif TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Ujan Mas, membawa semangat gotong royong dalam pembangunan.
Lebih lanjut, fokus anggaran meluas ke sektor ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan sosial. “Kami juga mengalokasikan dana untuk peningkatan sektor perkebunan dan pertanian. Kami memastikan kedua sektor ini menjadi lebih produktif dan memberikan hasil maksimal bagi petani Kepahiang,” jelas Edwar Samsi.
Terakhir, pilar kesehatan mendapat perhatian utama. Legislator ini menutup audiensinya dengan menggarisbawahi alokasi anggaran untuk program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Tujuan program ini adalah memberikan jaminan kesehatan yang merata dan memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat Kepahiang.
Dengan demikian, kucuran dana Rp 60 miliar ini menjadi sebuah paket lengkap yang mencakup pembangunan fisik, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.
Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!
