Jepretnews.com – Warga Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara, baru saja menyaksikan pemandangan yang tidak biasa.
Alih-alih terpaku pada gawai, sekelompok anak sekolah dasar justru tampil memukau dengan mementaskan teater dan berkisah tentang kekayaan budaya desa mereka sendiri.
Aksi luar biasa ini merupakan puncak dari program Pendampingan Literasi Sosial Budaya yang berhasil mencetak generasi penjaga tradisi.
Desa Marga Sakti sebenarnya memendam kekayaan multikultural yang luar biasa. Sayangnya, arus budaya populer mulai menggerus pemahaman anak-anak terhadap nilai lokal mereka sendiri.
Melihat ancaman tersebut, tim pengabdian masyarakat bergerak cepat menggelar program pembentukan Duta Budaya Desa.
“Program ini bertujuan menyuntikkan kembali nilai-nilai toleransi dan gotong royong ke dalam sanubari generasi muda sejak dini,” tutur Reza Syaputri. Pada Sabtu, 13 Desember 2025, suasana SDN 080 Bengkulu Utara tampak sangat hidup.
Sebanyak tujuh siswa pilihan dari tujuh dusun berbeda berkumpul untuk menjalani pelatihan intensif. Mereka tidak hanya duduk diam mendengarkan teori, namun justru terlibat aktif dalam sesi storytelling dan latihan mini teater yang penuh tawa namun sarat makna.
Para instruktur memilih metode seni peran bukan tanpa alasan. Melalui teater, anak-anak tersebut belajar merasakan langsung bagaimana indahnya kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Marga Sakti.
Mereka memerankan tokoh-tokoh yang menonjolkan sikap saling menghargai di tengah perbedaan. Alhasil, metode ini terbukti ampuh membakar rasa percaya diri para peserta untuk berbicara dan berekspresi di depan orang banyak.
Setelah melewati proses pendampingan yang melelahkan namun menyenangkan, ketujuh peserta tersebut resmi menyandang gelar Duta Budaya Desa Marga Sakti.
“Gelar ini bukan sekadar simbol semata, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Mereka kini mengemban misi sebagai agen perubahan yang akan menularkan semangat pelestarian budaya kepada teman-teman sebaya di sekolah maupun di lingkungan rumah,” terang Reza Syaputri.
Reza menambahkan, keseruan akan berlanjut pada Minggu, 14 Desember 2025, saat para Duta Budaya melakukan unjuk gigi di Mushola Embung Umbul Sakti. Di hadapan tokoh adat, orang tua, dan warga sekitar, mereka menyuguhkan penampilan mini teater yang sangat emosional.
Penonton tampak terpukau melihat kepiawaian anak-anak ini dalam menyampaikan pesan-pesan moral tentang budaya desa secara lugas dan komunikatif.
Keberhasilan acara ini memicu gelombang dukungan positif dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat setempat menilai kolaborasi antara akademisi, pihak sekolah, dan warga desa merupakan kunci utama untuk menjaga identitas lokal tetap tegak berdiri.
Melalui gerakan ini, Desa Marga Sakti kini menatap masa depan dengan optimis, memiliki generasi muda yang bangga akan jati diri mereka di tengah dunia yang terus berubah.
Jangan sampai ketinggalan! Segera ikuti grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!
https://www.facebook.com/share/17dUVsotwV/
