• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

11 Tahun Jadi Guru Honorer, Kini Duduk di Kursi Kepala Sekolah! Kisah Partiyah ‘Pecah’ di Hari Kartini

Byadmin_jepretnews

Apr 21, 2026

Jepretnews.com – Perjalanan panjang, penuh liku, dan sarat pengorbanan akhirnya berbuah manis. Setelah 11 tahun mengabdi tanpa lelah sebagai guru honorer, Partiyah kini resmi menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 48 Seluma. Momentum ini bukan sekadar promosi jabatan, tetapi simbol perjuangan panjang yang akhirnya menemukan titik terang.

Sejak 16 Februari 2026, Partiyah resmi dipercaya memimpin SMP Negeri 48 Seluma. Ia langsung tancap gas membawa semangat baru di lingkungan sekolah yang kini berada di bawah kepemimpinannya.

Partiyah memulai pengabdiannya pada 2011 sebagai guru honorer di SMP Negeri 31 Seluma. Selama lebih dari satu dekade, ia terus bertahan di tengah keterbatasan yang kerap menjadi realitas pahit bagi tenaga honorer. Namun, ia tidak pernah menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk berhenti.

Di sisi lain, ia juga tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, mendampingi suaminya, Fachrur Rozi, serta membesarkan keempat anaknya. Kombinasi tanggung jawab ini justru membentuk karakter tangguh yang kini menjadi fondasi kepemimpinannya.

“Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan bagi saya, tapi panggilan jiwa. Saya percaya, sekecil apa pun peran kita, jika dilakukan dengan tulus, akan membawa dampak besar,” ujar Partiyah, Selasa (21/4/2026). Dilansir dari Bengkulutoday.com.

Kesabaran dan konsistensi akhirnya membuahkan hasil pada 2022, saat Partiyah resmi diangkat sebagai ASN PPPK Guru. Momen ini menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Tidak berhenti di situ, ia terus mengasah kapasitasnya melalui berbagai peran strategis. Ia tercatat sebagai Guru Inti Mata Pelajaran IPS, Guru Inti PKP berbasis zonasi tahun 2019, Ketua MGMP IPS Wilayah Talo, hingga Wakil Ketua IGI Kabupaten Seluma. Setiap posisi tersebut ia jalani aktif dan progresif, memperkuat rekam jejak kepemimpinannya.

Menariknya, kiprah Partiyah tidak hanya terbatas di dunia pendidikan. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menjadi bagian dari Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kabupaten Seluma, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Seluma, hingga pernah dipercaya sebagai Komisioner Panwascam pada Pemilu 2019 dan Pilkada 2020.

Langkah ini menunjukkan bahwa dedikasinya tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Perempuan kelahiran Lampung Tengah, 2 Juni 1979 ini menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi, melainkan ruang pengabdian yang lebih luas. Ia ingin menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam kualitas pendidikan di Seluma.

Kisahnya pun terasa semakin relevan di momentum Hari Kartini. Sosok Partiyah hadir sebagai representasi perempuan tangguh yang berani melampaui batas.

“Habis gelap terbitlah terang. Teruslah berjuang dan jangan menyerah, karena masa depan bangsa ada di tangan perempuan yang berani. Teruslah berkarya dan berinovasi. Setiap langkah kecilmu membawa perubahan besar bagi Indonesia,” tutup Partiyah.

Kisah ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang konsistensi, keberanian, dan keyakinan bahwa perjuangan panjang tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.