Jepretnews.com – Desa Sumber Sari Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang langsung tancap gas membuktikan komitmennya terhadap ketahanan pangan.
Bukan sekadar rencana di atas kertas, pemerintah desa bersama aparat dan masyarakat turun langsung ke lahan, menggelar panen jagung yang menjadi simbol nyata kemandirian desa.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak berhenti pada wacana. Desa Sumber Sari memilih bergerak cepat, mengoptimalkan potensi pertanian demi mendorong kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan panen jagung ini melibatkan banyak pihak. Kapolsek dan Babinsa hadir langsung, memperkuat dukungan keamanan sekaligus memberi semangat kepada petani.
Di sisi lain, Kepala Penyuluh memastikan praktik pertanian berjalan sesuai metode yang efektif. BPD dan masyarakat pun ikut ambil bagian, menciptakan kolaborasi yang solid di lapangan.
Transisi dari program menuju aksi nyata terlihat jelas. Semua elemen bergerak dalam satu arah, memperkuat ketahanan pangan desa. Dengan keterlibatan penuh seperti ini, Desa Sumber Sari menunjukkan bahwa kekuatan utama pembangunan ada pada kebersamaan.
Panen jagung ini bukan sekadar hasil pertanian biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi desa untuk melangkah lebih jauh.
Pemerintah desa memanfaatkan peluang ini untuk terus mendorong peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.
Kepala Desa Sumino menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan pertanian desa.
“Harapanya kedepan panen jagung lebih meningkat dan Desa mampu menjadi swasembada pangan dendiri,” ujar Sumino. Jumat 24 April 2026.
Pernyataan tersebut menjadi penegas arah pembangunan desa. Sumino ingin memastikan bahwa Desa Sumber Sari tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi lumbung pangan di wilayahnya.
Program ketahanan pangan yang diusung Presiden RI menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. Desa Sumber Sari menangkap peluang ini dengan cepat, lalu menerjemahkannya ke dalam aksi konkret.
Alih-alih menunggu, pemerintah desa langsung mendorong masyarakat untuk aktif mengelola lahan. Hasilnya mulai terlihat. Panen jagung ini menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan dari level paling dasar.
Ke depan, pemerintah desa berkomitmen memperluas lahan tanam, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat pendampingan kepada petani.
Jika langkah ini terus konsisten, Desa Sumber Sari berpotensi menjadi contoh sukses swasembada pangan yang lahir dari desa bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang terus tumbuh.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
