• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Jangan Sekadar Upacara! Bupati Kepahiang Sentil Keras Dunia Pendidikan: Deep Learning Jadi Penentu Masa Depan Siswa

Byadmin_jepretnews

Mei 4, 2026

Jepretnews.com – Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Kepahiang mendadak terasa berbeda. Bukan hanya seremoni tahunan, tetapi berubah menjadi panggung peringatan serius soal arah pendidikan ke depan.

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, turun langsung memimpin upacara di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (4/5/2026). Ia tidak sekadar membacakan amanat, tetapi juga menegaskan urgensi perubahan nyata dalam sistem belajar di sekolah.

Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa pendidikan tidak boleh kehilangan makna dasarnya. Ia mengingatkan bahwa proses belajar harus menyentuh sisi kemanusiaan peserta didik.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses memuliakan manusia,” tegasnya.

Pernyataan ini langsung menjadi sorotan. Sebab, di tengah tekanan kurikulum dan target akademik, esensi pendidikan kerap terpinggirkan. Karena itu, momentum Hardiknas 2026 dimanfaatkan untuk mengembalikan arah tersebut.

Selanjutnya, fokus utama yang diangkat adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Bupati menilai pendekatan ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak.

“Pembelajaran mendalam merupakan ikhtiar untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional. Jika ingin memperbaiki pendidikan, maka perbaikannya harus dimulai dari dalam kelas,” ujarnya.

Artinya, perubahan tidak bisa lagi bersifat simbolik. Guru dan siswa harus benar-benar masuk ke proses belajar yang kritis, reflektif, dan bermakna.

Untuk memperkuat langkah tersebut, pemerintah daerah langsung mendorong digitalisasi pembelajaran. Penggunaan papan interaktif digital mulai digencarkan agar proses belajar menjadi lebih hidup dan efektif.

Tidak berhenti di situ, peningkatan kualitas guru juga terus dikejar. Pemerintah memberikan beasiswa bagi guru yang belum mencapai kualifikasi S1/D4, sekaligus menggelar pelatihan intensif.

Materi pelatihan pun tidak main-main. Mulai dari pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial semuanya diarahkan untuk menjawab tantangan zaman.

Selain akademik, pembentukan karakter juga mendapat porsi serius. Pemerintah mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” pun diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar berbasis pengalaman. Dengan demikian, siswa tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga kuat secara mental dan sikap.

Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan komitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Anak berkebutuhan khusus hingga masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dan geografis harus tetap mendapatkan hak pendidikan.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak boleh eksklusif. Semua anak memiliki hak yang sama untuk berkembang.

Menutup amanatnya, Bupati menyampaikan pesan yang terasa tajam namun relevan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program.

“Diperlukan mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus agar kebijakan tidak berhenti pada formalitas administratif semata,” katanya.

Upacara Hardiknas 2026 di Kepahiang pun berlangsung khidmat, dihadiri Forkopimda, tenaga pendidik, dan pelajar. Namun, lebih dari itu, pesan yang ditinggalkan jelas, perubahan pendidikan tidak bisa ditunda atau konsekuensinya, generasi akan tertinggal.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.