• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Game Over ‘Habit’! Kajari Kepahiang Buka-Bukaan: ‘Setoran Proyek Kita Hapus, Kalau Salah Tetap Naik!

Byadmin_jepretnews

Mei 6, 2026

Jepretnews.com – Pernyataan ini langsung mengguncang. Di saat isu “Habit” terus berembus di tengah publik, Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, S.H., M.H., memilih tidak berputar-putar.

Ia justru membuka semuanya di depan para pejabat daerah dan publik. Pesannya jelas, tidak ada lagi ruang untuk praktik lama yang mencederai kepercayaan.

Langkah tegas itu ia mulai melalui program “Ngopi Bareng”, sebuah forum yang mempertemukan Kejaksaan dengan seluruh kepala OPD. Didampingi Kepala Seksi Intelijen Johansen Christian Hutabarat, S.H., M.H., dan jajaran Kajari memastikan forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi nyata untuk merombak paradigma lama.

Tanpa ragu, Bagus Nur Jakfar langsung mematahkan stigma yang selama ini melekat.

“Habit yang katanya ada setoran ke Kejaksaan, setoran proyek itu kita hapus,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).

Kalimat ini menjadi titik balik. Ia tidak hanya menepis isu, tetapi juga menegaskan komitmen institusi untuk bersih dari praktik yang berpotensi melanggar aturan.

Selanjutnya, komitmen itu diperkuat melalui langkah konkret. Seluruh kepala dinas sepakat menyusun fakta integritas sebagai pegangan bersama.

“Makanya seluruh kepala dinas sepakat membuat yang namanya fakta integritas, semuanya terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Dengan demikian, setiap kebijakan dan tindakan kini berada dalam koridor transparansi. Tidak ada lagi ruang untuk praktik tersembunyi.

Tidak berhenti di situ, Kejaksaan juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi publik. Bagus Nur Jakfar menegaskan bahwa media akan dilibatkan dalam publikasi hingga pengawasan.

“Kita akan buka secara terbuka, kita akan beradu data, objektivitas yang kita tekankan di sini, tidak ada lagi masyarakat yang takut dengan Kejaksaan,” jelasnya. Langkah ini sekaligus mengubah wajah Kejaksaan menjadi lebih terbuka dan akuntabel.

Pernyataan paling tegas pun disampaikan tanpa kompromi. Kajari memastikan penegakan hukum tidak akan dipengaruhi relasi apa pun.

“Tidak ada lagi pemberian-pemberian, tidak ada lagi gratifikasi, tidak ada orang pemkab yang setor-setor duit ke Kejaksaan. Kalau salah, jika harus naik ya naik, tidak mempengaruhi pertemanan,” tegasnya. Pesan ini memperjelas bahwa profesionalitas menjadi prioritas utama.

Dukungan langsung datang dari Inspektur Inspektorat Kabupaten Kepahiang, Dedi Candira Wijaya Kusuma, S.Sos., M.AP. Ia menilai program ini sebagai terobosan penting.

“Ini memang inovasi yang baru, membuka peluang seluas-luasnya kepada seluruh OPD untuk menyampaikan informasi, dengan harapan bisa memberikan solusi dalam tata kelola keuangan daerah,” ungkapnya.

Kini, “Ngopi Bareng” bukan sekadar forum santai. Program ini menjelma menjadi simbol perubahan budaya birokrasi. Dari meja sederhana, lahir komitmen besar untuk mengubur praktik gelap yang selama ini menjadi bayang-bayang.

Dengan segelas kopi, arah baru mulai terlihat. Kepahiang bergerak menuju sistem yang lebih terbuka, tegas, dan akuntabel. Publik pun kini menanti satu hal, konsistensi. Sebab, pernyataan sudah lantang disampaikan dan kepercayaan hanya akan lahir dari bukti nyata.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.