• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Dana Desa Kepahiang Mulai “Dipreteli”? Inspektorat Bongkar Audit Fisik dan Administrasi, Program Seragam Desa Jadi Perhatian

Byadmin_jepretnews

Mei 7, 2026

Jepretnews.com – Pengawasan penggunaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Kepahiang kini memasuki fase yang lebih ketat. Inspektorat Daerah Kabupaten Kepahiang bergerak melakukan monitoring, audit, hingga verifikasi fisik untuk memastikan setiap anggaran desa benar-benar direalisasikan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat.

Langkah pengawasan ini langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, salah satu wilayah yang menjadi objek evaluasi disebut memiliki pola program dan kegiatan desa yang terindikasi seragam. Situasi itu bahkan dikabarkan mulai masuk radar perhatian Kejaksaan Negeri Kepahiang.

Inspektur Daerah Kabupaten Kepahiang, Dedi Candira WK menegaskan bahwa audit pengelolaan Dana Desa tahun ini dilakukan melalui sampel pemeriksaan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Seberang Musi.

Menurut Dedi, pemeriksaan yang dilakukan auditor Inspektorat tidak hanya menyasar administrasi dan laporan pertanggungjawaban. Tim audit juga turun langsung memeriksa realisasi fisik program dan kegiatan desa di lapangan.

Dengan metode tersebut, Inspektorat ingin memastikan bahwa penggunaan Dana Desa tidak hanya terlihat rapi dalam dokumen, tetapi juga benar-benar terealisasi sesuai perencanaan.

“2 Sampel audit evaluasi pengelolaan DD tahun ini, Kecamatan Seberang Musi seluruh desanya sudah kita periksa, sementara Kecamatan Ujan Mas sedang berproses,” kata Dedi. Pada Rabu 6 Mei 2026.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Auditor memeriksa tata kelola pemerintahan desa mulai dari administrasi hingga hasil pekerjaan fisik yang menggunakan anggaran Dana Desa.

Meski pemeriksaan terus berlangsung, Inspektorat belum membeberkan secara detail hasil temuan di lapangan. Namun, Dedi memastikan pihaknya masih fokus melakukan pendampingan terhadap pemerintah desa agar segera melakukan perbaikan administrasi apabila ditemukan kekurangan.

“Terkait temuan belum kita jabarkan, namun dalam hal ini kita masih melakukan pendampingan dan memberikan masukan pada desa, agar administrasinya untuk dilakukan perbaikan,” kata Dedi.

Pendampingan tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus mencegah munculnya persoalan yang dapat berdampak hukum di kemudian hari.

Di tengah proses audit yang berjalan, perhatian masyarakat kini mulai tertuju pada dugaan adanya pola program desa yang terlihat seragam di sejumlah wilayah. Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik terkait efektivitas penggunaan Dana Desa.

Sorotan semakin menguat karena salah satu kecamatan yang sedang diperiksa disebut sejalan dengan program dan kegiatan desa yang kini sedang dilirik aparat penegak hukum.

Meski belum ada kesimpulan ataupun penetapan pelanggaran, langkah audit dan monitoring yang dilakukan Inspektorat dianggap menjadi pintu awal untuk membuka transparansi pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Kepahiang.

Publik pun kini menunggu hasil akhir evaluasi tersebut, terutama terkait sejauh mana penggunaan Dana Desa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan bukan sekadar pola program yang berulang di setiap desa.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.