• Rab. Jun 24th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Diduga Puluhan Korban Terkontaminasi MBG dari Dapur Eks Kapolres Kepahiang, Polisi Bergerak Cepat! Tapi Kenapa Belum Ada Garis Polisi?

Byadmin_jepretnews

Jun 4, 2026

Jepretnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi simbol kepedulian negara terhadap generasi muda justru diterpa badai persoalan di Kabupaten Kepahiang.

Di tengah gegap gempita program nasional tersebut, belasan siswa dan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG yang disalurkan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasus ini sontak menyita perhatian publik. Apalagi, insiden tersebut muncul saat masyarakat masih menyoroti berbagai isu yang menyeret penyelenggaraan program MBG di sejumlah daerah.

Sebanyak 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, penjaga sekolah dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi. Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari gatal-gatal, mual, muntah, pusing hingga sesak napas.

Menanggapi kejadian tersebut, Polres Kepahiang langsung bergerak melakukan penyelidikan. Polisi mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi sumber kontaminasi untuk diuji di laboratorium.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa terjadi siswa, guru dan penjaga sekolah sekitar 16 orang terkontaminasi makanan MBG,” kata Yuriko saat meninjau para korban di Puskesmas Kelobak, Kamis (4/6/2026).

Tidak hanya mengunjungi para korban, polisi juga mendatangi sekolah serta dapur penyedia makanan guna menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi.

“Kemudian kita juga mendatangi pihak sekolah untuk melihat apakah terkontaminasi di dapur atau di sekolah,” ujarnya.

Menurut Yuriko, pihaknya belum dapat menarik kesimpulan sebelum hasil laboratorium keluar.

“Iya pasti kita melakukan penyidikan lebih dalam. Kita sudah mengambil sampel makanan dan sudah dibawa ke laboratorium serta kita akan periksa hasil laboratoriumnya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dapur SPPG yang memasok makanan MBG tersebut melayani lima sekolah di Kecamatan Kepahiang dengan jumlah penerima manfaat sekitar 1.700 orang.

Dapur tersebut diketahui dimiliki oleh seorang mantan Kapolres Kepahiang. Namun hingga saat ini belum terdapat informasi ataupun kesimpulan resmi yang mengaitkan kepemilikan dapur dengan insiden yang terjadi. Penyelidikan masih berlangsung dan polisi menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar pengambilan langkah berikutnya.

Para penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan diketahui mengonsumsi menu MBG berupa nasi, perkedel, sambal telur, tumis kol, sayuran dan buah salak.

Mayoritas korban mengeluhkan gatal-gatal di tubuh, mual, muntah, pusing hingga sesak napas beberapa saat setelah menyantap makanan tersebut. Sebagian korban bahkan harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Data yang diperoleh menunjukkan korban didominasi siswa sekolah dasar berusia antara 8 hingga 12 tahun. Selain itu terdapat pula orang dewasa yang mengeluhkan gejala serupa setelah mengonsumsi makanan MBG.

Demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi, redaksi Jepretnews.com mendatangi lokasi dapur SPPG yang menjadi pemasok makanan MBG tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait insiden yang terjadi.

Yang menarik perhatian publik, hingga pukul 15.24 WIB di lokasi dapur SPPG belum terlihat pemasangan garis polisi meskipun penyelidikan masih berlangsung dan sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

Fakta ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah penyelidikan masih berada pada tahap awal? Ataukah polisi masih menunggu hasil laboratorium sebelum mengambil langkah lanjutan?

Yang pasti, publik kini menantikan hasil investigasi resmi guna mengetahui penyebab pasti insiden yang mengakibatkan 16 orang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kepahiang.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.