Jepretnews.com — Mimpi putra-putri terbaik Kabupaten Kepahiang untuk berdiri membawa nama daerah dalam upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026 harus tertahan.
Hasil seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi justru mencatat fakta mengejutkan, tidak ada satu pun peserta asal Kabupaten Kepahiang yang berhasil lolos.
Kondisi tersebut langsung menjadi sorotan karena dari 27 peserta yang dinyatakan lulus seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu 2026, seluruhnya berasal dari sembilan kabupaten/kota lainnya. Sementara Kepahiang menjadi satu-satunya daerah yang tidak memiliki wakil.
Berdasarkan daftar hasil seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026, peserta yang lolos terdiri dari 13 putra dan 14 putri.
Namun, nama peserta asal Kabupaten Kepahiang tidak masuk dalam daftar kelulusan tersebut. Padahal, sebelumnya Kepahiang telah mengirimkan tiga calon terbaik yang sudah melewati proses seleksi di tingkat kabupaten.
Data rekapitulasi menunjukkan Bengkulu Utara menjadi daerah dengan jumlah wakil terbanyak, yakni lima peserta. Kemudian Rejang Lebong empat peserta, Seluma empat peserta, Bengkulu Selatan tiga peserta, dan Kota Bengkulu masing-masing mengirimkan tiga peserta.
Selanjutnya, Lebong, Kaur, Bengkulu Tengah, serta Mukomuko berhasil meloloskan dua peserta. Sedangkan Kabupaten Kepahiang mencatat angka nol peserta.
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu daerah pemilihan Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi, S.IP., M.M., langsung mempertanyakan hasil seleksi tersebut.
Menurut Edwar, keberadaan Paskibraka tingkat provinsi seharusnya mencerminkan keterwakilan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Ia menilai absennya wakil Kepahiang menjadi hal yang perlu mendapatkan penjelasan dari pihak penyelenggara.
“Saya baru saja telpon Kepala Kesbanpol Provinsi dan Pak Sekda. Selama ini, Paskibraka tingkat provinsi merupakan representasi dari seluruh kabupaten/kota. Namun, tahun ini Kepahiang tidak terwakili sama sekali. Ini yang menjadi keberatan kami,” ujar Edwar Samsi. Rabu 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tiga peserta asal Kepahiang yang mengikuti seleksi tingkat provinsi sebelumnya telah melalui tahapan seleksi di tingkat daerah.
“Kami mengirim tiga orang bukan tanpa alasan. Mereka telah melalui proses seleksi di Kabupaten Kepahiang. Karena itu kami mempertanyakan hasil seleksi di tingkat provinsi,” katanya.
Sorotan terhadap hasil seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu 2026 semakin menguat setelah Edwar Samsi meminta panitia memberikan penjelasan secara terbuka terkait proses seleksi.
Ia menegaskan, transparansi dan objektivitas menjadi hal penting agar seluruh daerah mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengirimkan perwakilan terbaiknya.
“Kalau memang tidak ada alasan yang jelas dan tidak ada penjelasan yang dapat diterima, kami akan menyampaikan protes keras. Bahkan, Komisi I DPRD Provinsi akan kami minta memanggil pihak penyelenggara seleksi karena kami menilai ada hal yang tidak beres,” tegasnya.
Menurut Edwar, persoalan ini bukan hanya terkait lolos atau tidak lolosnya peserta, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi.
Dari hasil seleksi tersebut, jumlah peserta yang lolos berdasarkan daerah asal tercatat sebagai berikut:
• Bengkulu Utara: 5 peserta
• Rejang Lebong: 4 peserta
• Bengkulu Selatan: 3 peserta
• Seluma: 4 peserta
• Kota Bengkulu: 3 peserta
• Lebong: 2 peserta
• Kaur: 2 peserta
• Bengkulu Tengah: 2 peserta
• Mukomuko: 2 peserta
• Kepahiang: 0 peserta
Kini perhatian publik tertuju pada proses seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu 2026. Masyarakat menunggu penjelasan resmi mengenai mekanisme penilaian yang membuat seluruh peserta asal Kabupaten Kepahiang tidak masuk dalam daftar kelulusan.
Di sisi lain, Edwar Samsi menegaskan pihaknya tetap mendorong agar proses seleksi Paskibraka berjalan transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
Sebab, bagi daerah, kehadiran seorang anggota Paskibraka bukan hanya soal barisan upacara, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan representasi generasi muda terbaik daerah.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
