Jepretnews.com – Hasil seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Hut ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus tingkat Provinsi Bengkulu 2026 memicu gelombang protes.
Kabupaten Kepahiang menjadi satu-satunya daerah yang tidak memiliki satu pun wakil yang dinyatakan lolos, meski telah mengirimkan peserta untuk mengikuti proses seleksi.
Kondisi tersebut langsung memantik reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Wakil Bupati Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, bahkan menyatakan sikap yang ia sebut sebagai “semacam mosi tidak percaya” terhadap hasil seleksi yang dilakukan panitia tingkat provinsi.
Abdul Hafizh mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan keberatan atas hasil seleksi tersebut.
“Ini terkait hasil seleksi Paskibraka tingkat provinsi. Tadi saya sudah menelepon Pak Sekda dan Kesbangpol Provinsi. Saya juga sudah mengirimkan rekaman suara terkait persoalan ini,” ujar Abdul Hafizh melalui sambungan telepon kepada redaksi Jepretnews.com, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, hasil seleksi tersebut menimbulkan tanda tanya karena dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, hanya Kabupaten Kepahiang yang tidak memiliki wakil sama sekali. Sementara daerah lain bahkan meloloskan empat hingga enam peserta.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepahiang, kami sangat kecewa dengan hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia. Harapan kami, keputusan ini masih bisa diperbaiki. Minimal ada dua orang perwakilan dari Kabupaten Kepahiang, sehingga seluruh kabupaten/kota memiliki representasi,” harap Abdul Hafizh.
Tak berhenti pada penyampaian keberatan, Abdul Hafizh menegaskan Pemerintah Kabupaten Kepahiang akan terus mengawal persoalan tersebut. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan melibatkan DPRD untuk mendorong evaluasi.
“Lebih jauh saya sudah kontak Pak Sekda dan Kesbangpol agar persoalan ini dievaluasi kembali. Bersama Komisi I DPRD, kami juga akan mengambil langkah lebih lanjut.” Kata Abdul Hafizh.
Ia kembali menegaskan alasan munculnya ketidakpercayaan terhadap hasil seleksi. Menurutnya, peserta asal Kepahiang memiliki kualitas yang layak bersaing.
“Kami semacam mosi tidak percaya terhadap tim seleksi. Masa dari Kabupaten Kepahiang tidak ada perwakilan sama sekali? Minimal dua orang seharusnya ada. Setelah kami melihat para peserta yang dikirim, mereka juga memiliki kualitas yang baik, baik secara fisik maupun penampilan,” tegas Abdul Hafizh.
Sorotan terhadap hasil seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu juga datang dari Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.IP., M.M. Ia meminta panitia membuka ruang evaluasi agar proses seleksi benar-benar mencerminkan asas pemerataan dan representasi seluruh daerah.
“Kami meminta agar hasil seleksi tersebut dievaluasi kembali. Tujuan kami bukan untuk memperdebatkan hasil, tetapi kami ingin proses seleksi benar-benar mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Seluruh peserta mewakili 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu,” sampai Edwar Samsi.
Pernyataan tersebut memperkuat dorongan agar proses seleksi mendapat peninjauan kembali tanpa mengesampingkan kewenangan panitia dalam menentukan peserta yang lolos.
Sebagai bentuk keberimbangan informasi, redaksi Jepretnews.com juga telah menghubungi Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, untuk meminta penjelasan mengenai hasil seleksi yang menjadi sorotan tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, Mif Tarul Ilmi belum memberikan keterangan secara rinci karena sedang menerima tamu.
“Oh, kebetulan saya lagi ada tamu. Nanti saya kabari kembali, ya. Masih ada kawan dari Danlanal,” singkat Mif Tarul Ilmi sebelum mengakhiri sambungan telepon.
Hingga kini, polemik hasil seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu masih menjadi perhatian berbagai pihak.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap adanya evaluasi terhadap proses seleksi sehingga seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu tetap memiliki kesempatan untuk terwakili dalam pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
