• Rab. Agu 19th, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Rumah Ludes Dilalap Api Saat Subuh, Uang Rp25 Juta dan Emas 10 Gram Ikut Terbakar di Kepahiang

Byadmin_jepretnews

Agu 19, 2026

Jepretnews.com – Suasana subuh di Desa Sosokan Taba, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, mendadak berubah mencekam. Kobaran api membesar dan melalap sebuah rumah warga berukuran 5 x 8 meter hingga rata dengan tanah.

Kebakaran hebat tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Api yang sudah membesar ketika warga melihatnya membuat proses pemadaman berlangsung dalam kondisi serba terbatas.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sosokan Taba, Ramayana, mengatakan warga pertama kali melihat kobaran api ketika api sudah membesar. Warga kemudian bergerak cepat untuk mencegah api semakin meluas.

Namun, kondisi lokasi menjadi tantangan tersendiri. Jarak sekitar 10 kilometer dari pusat pelayanan pemadam kebakaran membuat petugas belum sempat tiba ketika api sudah menguasai bangunan.

“Warga sempat berjibaku memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya karena api sudah terlanjur membesar sebelum petugas pemadam tiba mengingat jaraknya mencapai 10 kilometer,” ungkap Ramayana.

Dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan api sambil menyelamatkan barang yang masih memungkinkan untuk diamankan. Meski demikian, kobaran api akhirnya menghanguskan hampir seluruh bagian rumah.

Rumah tersebut dihuni Yermi (45), seorang janda yang tinggal bersama anaknya yang berusia 25 tahun. Kebakaran itu membuat korban kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar harta benda yang tersimpan di dalam rumah.

Kerugian materiel akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta. Selain bangunan dan perabotan rumah tangga, api juga menghanguskan uang tunai sekitar Rp25 juta serta perhiasan emas seberat 10 gram.

Namun, di tengah kepungan api, sebagian hasil panen kopi milik korban masih berhasil diselamatkan. Barang yang tersisa itu kini menjadi salah satu modal penting bagi korban untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan rumah.

Peristiwa tersebut sekaligus memunculkan perhatian terhadap kecepatan penanganan kebakaran di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat pelayanan.

Pemerintah Desa Sosokan Taba mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan penempatan atau kesiapsiagaan mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Dengan pola tersebut, petugas bisa bergerak lebih cepat ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.

Usulan itu menjadi penting karena kebakaran dapat berkembang dalam hitungan menit. Semakin jauh jarak tempuh petugas, semakin besar pula risiko api menghanguskan bangunan sebelum proses pemadaman dimulai.

Pasca kebakaran, Pemerintah Desa Sosokan Taba tidak tinggal diam. Pemerintah desa bersama pemuda, Karang Taruna, dan Remaja Islam Masjid (Risma) langsung melakukan langkah penanganan awal.

Mereka membersihkan puing-puing rumah yang terbakar sekaligus menggalang bantuan dan donasi untuk membantu Yermi dan keluarganya melewati masa sulit.

“Pascakejadian, pagi ini pemerintah desa bersama dengan para pemuda membersihkan puing rumah korban dan mulai melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban korban,” sampai Ramayana.

Gerakan gotong royong tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat Sosokan Taba terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.

Kini, rumah korban memang sudah tidak tersisa. Namun, dukungan warga diharapkan dapat membantu Yermi dan keluarganya kembali bangkit, sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap kebutuhan layanan pemadam kebakaran yang lebih cepat dan merata di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.