Jepretnews.com – Suasana di Jalan Dahlia RT 15 RW 03, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, mendadak geger pada Sabtu (19/9/2026) siang. Warga dikejutkan dengan penemuan jenazah bayi di bawah sebuah jembatan.
Ironisnya, penemuan tersebut bermula dari aktivitas sejumlah anak yang sedang memancing di sekitar lokasi. Mereka justru menemukan sesuatu yang tidak mereka duga berada di bawah jembatan.
Sekitar pukul 12.30 WIB, anak-anak tersebut melihat sebuah kantong plastik berwarna hitam. Rasa penasaran kemudian membuat salah seorang anak, Figo (11), mendekati kantong tersebut.
Namun, Figo justru melihat bagian kepala manusia dari dalam kantong. Ia juga menemukan bercak darah yang membuat dirinya dan teman-temannya terkejut.
Setelah menyadari temuan tersebut, Figo bersama teman-temannya segera meninggalkan lokasi dan memberitahukan kejadian itu kepada warga. Informasi tersebut kemudian menyebar hingga masyarakat mendatangi lokasi. Warga selanjutnya melaporkan penemuan tersebut kepada kepolisian.
Petugas piket Polsek Selebar bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan masyarakat. Polisi langsung mengamankan lokasi sekaligus melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi dan keberadaan barang-barang yang berkaitan dengan temuan tersebut.
Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri Purwono, S.H., M.H., bersama Panit Reskrim Ipda Ujang, S.H., M.H., personel SPKT, Unit Reskrim, dan Unit Intelkam Polsek Selebar turut melakukan pengecekan di lokasi. Dilansir dari Bengkulutoday.com.
Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui ataupun menemukan keberadaan kantong plastik tersebut. Dalam pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Barang-barang itu antara lain satu lembar baju, satu lembar celana dalam, serta ari-ari dan bercak darah yang diduga berkaitan dengan korban. Selanjutnya, Tim Inafis Polresta Bengkulu mengevakuasi jenazah bayi dari lokasi.
Petugas kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan karena polisi perlu mengetahui penyebab sekaligus waktu kematian bayi.
Perkembangan penyelidikan kemudian mengarah pada seorang remaja perempuan berinisial SD (17), yang diketahui masih berstatus sebagai pelajar salah satu SMK di Kota Bengkulu.
Polisi mengamankan SD dan membawanya ke Satreskrim Polresta Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pembuangan bayi tersebut. Meski demikian, pemeriksaan terhadap SD masih berlangsung. Status dan keterlibatan seseorang dalam perkara ini tetap harus merujuk pada hasil penyelidikan serta proses hukum yang berlaku.
Karena itu, polisi masih mendalami rangkaian kejadian secara menyeluruh. Penyidik juga perlu memastikan bagaimana bayi tersebut berada di lokasi, apa penyebab kematiannya, serta siapa saja yang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Hasil pemeriksaan medis dan autopsi nantinya diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi korban sebelum meninggal dunia serta waktu dan penyebab kematiannya.
Sementara itu, kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap perkara tersebut secara terang. Kasus penemuan jenazah bayi di bawah jembatan Jalan Dahlia ini masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya rangkaian peristiwa lain yang berkaitan dengan penemuan tersebut.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
