Jepretnews.com – Suasana di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendadak berubah mencekam pada Senin (21/9/2026). Cekcok antara pasangan suami istri berujung pada aksi penikaman yang menewaskan seorang aparatur sipil negara (ASN).
Korban, Anton, yang bekerja sebagai ASN di Inspektorat OKI, meninggal dunia setelah istrinya, Deka, diduga menyerangnya menggunakan senjata tajam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi menyebut persoalan biaya pengobatan anak menjadi pemicu awal pertengkaran pasangan tersebut.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menjelaskan, Deka datang ke kantor tempat Anton bekerja untuk meminta uang.
Menurut keterangan sementara penyidik, uang tersebut rencananya digunakan untuk membiayai pengobatan anak mereka. Namun, permintaan itu diduga tidak terpenuhi sehingga keduanya kemudian terlibat percekcokan.
Situasi yang semula berupa pertengkaran kemudian berubah menjadi aksi kekerasan.
Polisi menduga Deka telah membawa sebilah pisau di dalam tasnya. Saat pertengkaran berlangsung, Deka kemudian mengeluarkan pisau tersebut dan menyerang Anton.
“Pelaku mendatangi kantor korban untuk meminta uang biaya berobat anak mereka. Saat bertemu, terjadi percekcokan. Pelaku kemudian mengeluarkan pisau dari dalam tas,” jelas Nandang berdasarkan hasil penyidikan sementara. Dilansir dari bacakoran.co.
Menurut keterangan polisi, serangan menggunakan senjata tajam tersebut mengenai beberapa bagian tubuh korban. Anton mengalami luka pada bagian badan, wajah, hingga dada. Setelah menerima serangan, korban tersungkur dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut sontak menggemparkan pegawai yang berada di lingkungan Kantor Inspektorat OKI. Pasalnya, aksi penikaman itu berlangsung di kawasan perkantoran pemerintah yang pada saat itu menjadi tempat aktivitas para pegawai.
Petugas Polres OKI bersama Polsek Kayuagung kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan perkara. Polisi juga mengamankan Deka untuk menjalani pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.
Setelah mengamankan terduga pelaku, penyidik Satreskrim Polres OKI bersama Polsek Kayuagung melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Penyidik masih mendalami pertengkaran yang terjadi sebelum penikaman, termasuk persoalan yang memicu konflik antara korban dan istrinya.
Selain itu, polisi juga masih mengusut secara menyeluruh tindakan yang diduga dilakukan Deka hingga menyebabkan Anton kehilangan nyawa. Dengan demikian, motif persoalan biaya pengobatan anak yang disampaikan polisi saat ini merupakan bagian dari hasil penyidikan sementara.
Proses hukum selanjutnya akan menentukan secara lebih lengkap rangkaian peristiwa dan pertanggungjawaban hukum dalam perkara tersebut.
Kasus ASN Inspektorat OKI tewas ditikam istri ini kini berada dalam penanganan aparat kepolisian. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan seluruh fakta di balik tragedi yang terjadi di lingkungan Kantor Inspektorat OKI.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
