Jepretnews.com – Nasib pilu menyelimuti kehidupan Subowo (70), seorang pria tunakarya yang menjalani hari-harinya seorang diri di Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Warga menemukan pria lanjut usia tersebut meninggal dunia di atas kasur rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, Sabtu (26/9/2026) sore.
Di tengah kehidupan yang serba terbatas, Subowo mengandalkan uluran tangan tetangga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Namun, setelah sekitar satu minggu terakhir berjuang melawan sakit, warga akhirnya menemukan dirinya sudah tidak bernyawa di dalam rumah.
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Terlebih, Subowo selama ini tinggal seorang diri di rumah milik warga setempat bernama Husni. Kapolsek Kepahiang, Iptu Tulus Wibowo, S.H., membenarkan penemuan mayat tersebut di wilayah hukumnya.
“Benar, personel piket Polsek Kepahiang mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya seorang laki-laki yang tinggal sendiri ditemukan tidak bernyawa tergeletak di kasur rumahnya,” sampai Iptu Tulus Wibowo.
Kronologi penemuan Subowo bermula pada Sabtu siang. Salah seorang tetangganya, Sulaiman (62), sempat melihat korban ketika mengambil tanaman serai di depan rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, Sulaiman mencoba menegur Subowo dari luar rumah. Namun, korban tidak memberikan jawaban melalui suara. Sebaliknya, Subowo hanya melambaikan tangannya.
Situasi tersebut belum langsung memicu kecurigaan. Akan tetapi, beberapa jam kemudian, kondisi itu berubah ketika tetangga lainnya mencoba memanggil korban.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Sopian Efendi (46) mendatangi rumah Subowo untuk memanggilnya. Namun, korban tidak memberikan jawaban. Merasa curiga dengan kondisi tersebut, Sopian kemudian memanggil Dedi (46) dan menyampaikan dugaan bahwa Subowo telah meninggal dunia.
Selanjutnya, Sopian, Dedi, dan Sulaiman kembali mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Saat tiba di lokasi, ketiga saksi mendapati Subowo sudah tergeletak di atas kasur dalam kondisi tidak bergerak.
Setelah menerima laporan masyarakat, personel piket Polsek Kepahiang langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), mengamankan lokasi selama proses identifikasi, serta melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil identifikasi awal di lapangan, polisi memperoleh sejumlah informasi mengenai kehidupan korban sebelum meninggal dunia.
Subowo diketahui sudah mengalami sakit selama kurang lebih satu minggu terakhir. Selain itu, korban tinggal seorang diri dan menumpang di rumah milik Husni.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Subowo mengandalkan bantuan makanan dan uluran tangan dari tetangga terdekat. Sementara itu, hasil identifikasi awal kepolisian tidak menemukan bekas luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil pemeriksaan awal petugas di lokasi kejadian.
Setelah menyelesaikan proses identifikasi dan memastikan tidak menemukan indikasi awal kekerasan pada tubuh korban, pihak kepolisian menyerahkan jenazah Subowo kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat. Selanjutnya, pemerintah desa bersama warga Desa Bogor Baru mengambil langkah untuk memakamkan korban secara layak.
Peristiwa ini menyisakan kisah kehidupan seorang pria lanjut usia yang menjalani hari-harinya seorang diri dan bergantung pada kepedulian tetangga.
Kehadiran warga yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Subowo menjadi gambaran solidaritas masyarakat di tengah keterbatasan hidup yang dialami korban.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
