• Sab. Okt 3rd, 2026

Jepretnews.com

Berita Terkini Akurat Dan Berimbang

Bukan Cabut Nomor! Pilkades Pematang Donok Pakai “Banting Dadu”, Arpandi Dapat Nomor 1

Byadmin_jepretnews

Okt 2, 2026

Jepretnews.com – Ada yang berbeda dalam tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Kepahiang. Jika penetapan nomor urut calon biasanya berlangsung melalui mekanisme pengundian atau pencabutan nomor secara bergantian, Panitia Pilkades Desa Pematang Donok, Kecamatan Kabawetan, memilih metode yang tidak biasa.

Dua calon kepala desa, Arpandi dan Anton, duduk saling berhadapan di satu meja. Di hadapan keduanya terdapat dua lembar kertas yang memuat nomor urut 1 dan 2. Namun, bukan tangan calon yang mengambil nomor tersebut satu per satu. Pada Jum’at (2/10/2026).

Panitia justru menggunakan metode yang mereka sebut “banting dadu”. Cara tersebut menjadi perhatian karena menghadirkan proses penentuan nomor urut yang berbeda dari mekanisme pengundian yang lazim dikenal masyarakat.

Dalam proses penetapan tersebut, panitia memasukkan dua kertas bertuliskan nomor 1 dan 2 ke dalam sebuah cangkir. Selanjutnya, panitia menjatuhkan cangkir tersebut ke arah kedua calon. Kertas yang kemudian mengarah atau jatuh di hadapan masing-masing calon menjadi penentu nomor urut yang mereka peroleh.

Dengan mekanisme itu, panitia tidak memberikan kesempatan kepada salah satu calon untuk memilih nomor terlebih dahulu. Ketua Panitia Pilkades Pematang Donok, Beni Alatas, membenarkan penggunaan metode tersebut. Ia mengatakan panitia sebelumnya sudah menawarkan mekanisme itu kepada kedua calon.

“Karena sudah kita tawarkan kepada calon duo itu. Menurut kami sebagai panitia, sistem tersebut lebih fair dan lebih adil. Kalau menggunakan sistem cabut, calon yang mendapat giliran belakangan tidak perlu mencabut lagi, sementara yang pertama sudah lebih dulu mendapatkan nomor,” jelas Beni Alatas, Ketua Panitia Pilkades.

Beni kemudian memberikan penjelasan mengenai alasan panitia memilih metode “banting dadu”. Menurut dia, metode tersebut bertujuan memastikan hasil nomor urut tidak bergantung pada pilihan ataupun keberpihakan panitia.

Dengan sistem tersebut, masing-masing calon menerima nomor berdasarkan posisi kertas setelah proses dilakukan. Karena itu, panitia menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan yang sama kepada kedua calon.

“Makanya kami memilih sistem banting dadu. Jadi, kertas yang mengarah kepada kedua belah pihak itulah yang menentukan nomor mereka. Dengan begitu, panitia tidak memilih-milih nomor yang akan mereka dapatkan. Semua berdasarkan hasil yang mereka terima.

Jadi, menurut kami, sistem itu lebih fair dan lebih adil. Tidak ada keberpihakan dari kami sebagai panitia dalam menentukan nomor yang diperoleh masing-masing calon duo itu,” pungkas Beni Alatas.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi penegasan panitia bahwa mereka memilih metode “banting dadu” dengan pertimbangan proses yang mereka anggap adil bagi kedua calon. Dengan mekanisme yang sama, kedua calon memperoleh nomor berdasarkan hasil proses yang telah dilakukan.

Setelah proses berlangsung, hasilnya menetapkan Arpandi sebagai calon petahana dengan nomor urut 1. Sementara itu, Anton sebagai calon penantang memperoleh nomor urut 2.

Hasil tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan Pilkades Desa Pematang Donok. Kedua calon selanjutnya akan membawa nomor masing-masing dalam rangkaian tahapan yang akan menentukan pemimpin Desa Pematang Donok.

Namun, momen tersebut bukan sekadar tentang nomor urut. Bagi Arpandi, penetapan nomor juga menjadi kesempatan untuk kembali menyampaikan harapannya kepada masyarakat.

Memasuki tahapan baru dalam kontestasi desa, Arpandi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya agar tidak berhenti begitu saja.

“Jika kembali dipercaya memimpin desa, saya berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan, dievaluasi, dan disempurnakan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat serta pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan,” harap Arpandi.

Harapan tersebut menjadi bagian dari pesan Arpandi kepada masyarakat di tengah dimulainya tahapan baru Pilkades Pematang Donok. Ia menempatkan keberlanjutan pembangunan sebagai salah satu hal yang ingin terus didorong apabila kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Dengan nomor urut 1 di tangan Arpandi dan nomor urut 2 pada Anton, Pilkades Pematang Donok kini memasuki babak berikutnya. Proses “banting dadu” telah menentukan posisi keduanya.

Selanjutnya, perhatian masyarakat akan tertuju pada program apa yang mereka tawarkan, gagasan apa yang mereka bawa, serta komitmen seperti apa yang akan mereka sampaikan kepada warga.

Pada akhirnya, bukan sekadar angka 1 atau 2 yang menjadi perhatian. Nomor urut hanya menjadi bagian dari perjalanan menuju tahapan pemilihan.

Masyarakat Pematang Donok akan melihat dan mempertimbangkan berbagai gagasan serta harapan yang disampaikan masing-masing calon sebelum menentukan pilihan.

Kini, panggung Pilkades Pematang Donok telah terbuka. Arpandi dengan nomor 1, Anton dengan nomor 2. Dari sini, perjalanan keduanya memasuki tahap yang sesungguhnya.

Apa yang akan mereka tawarkan kepada masyarakat? Bagaimana mereka meyakinkan warga bahwa gagasan yang dibawa mampu menjawab kebutuhan desa?

Jawabannya akan terlihat dalam tahapan Pilkades berikutnya. Satu hal yang menjadi harapan bersama, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat, Desa Pematang Donok tetap bergerak maju, pembangunan terus berlanjut, dan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.