Jepretnews.com – Harapan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, untuk mendapatkan tambahan armada baru pada 2026 harus tertunda.
Pembatalan penganggaran mobil pemadam kebakaran (Damkar) dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2026 memicu kekecewaan di kalangan petugas yang setiap saat menghadapi risiko ketika menjalankan tugas penyelamatan.
Di tengah kebutuhan armada yang semakin mendesak, keterbatasan anggaran dan kondisi fiskal daerah membuat pemerintah belum dapat memprioritaskan pengadaan kendaraan baru tahun ini. Situasi tersebut kembali menyoroti kesiapan armada Damkar Kepahiang dalam menghadapi potensi kebakaran di delapan kecamatan.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Kepahiang, Dedi Sukrizal, ST, mengakui bahwa pembatalan penganggaran tersebut mengecewakan para petugas. Menurutnya, mereka sangat berharap pemerintah dapat menyediakan kendaraan baru untuk mendukung operasional pemadaman kebakaran.
“Kalau untuk kecewa teman-teman di Damkar otomatis, iya. Karena posisinya berharap satu unit yang cukup bagus, ternyata kendala anggaran dan kondisi fiskal, pengadaannya belum bisa diprioritaskan tahun ini. Ya otomatis teman-teman di Damkar ini karena kondisi mobil sudah tua dan sudah saatnya memang harus ada pembaruan. Arti kata mobil unit baru, ya otomatis kecewa,” kata Dedi kepada Redaksi Jepretnews.com.
Pernyataan Dedi memperlihatkan persoalan yang tidak sekadar berkaitan dengan keinginan menambah kendaraan operasional. Petugas Damkar membutuhkan armada yang memadai untuk menunjang kecepatan, keselamatan, dan efektivitas penanganan kebakaran.
Sebab, setiap keterlambatan penanganan kebakaran dapat memperbesar risiko kerugian masyarakat. Karena itu, ketersediaan kendaraan yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan darurat.
Namun, kebutuhan tersebut belum sejalan dengan prioritas anggaran daerah pada 2026. Di satu sisi, pemerintah harus menyesuaikan belanja dengan kemampuan fiskal. Di sisi lain, petugas tetap membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk menjalankan tugas di lapangan.
Kondisi ini pun menempatkan kebutuhan pembaruan armada Damkar sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan anggaran berikutnya.
Lebih jauh, Dedi menjelaskan bahwa Kabupaten Kepahiang idealnya memiliki tujuh unit mobil Damkar. Jumlah tersebut diperlukan untuk memperkuat pelayanan sekaligus mendukung penanganan kebakaran di berbagai wilayah.
Selain menambah kendaraan, pemerintah daerah juga perlu memperhatikan pemerataan jangkauan pelayanan. Pasalnya, Kabupaten Kepahiang memiliki delapan kecamatan dengan karakteristik wilayah dan jarak tempuh yang berbeda-beda.
Dedi menilai pemerintah perlu membangun sedikitnya empat pos jaga permanen agar petugas dapat menjangkau lokasi kebakaran dengan lebih cepat.
“Karena kecamatan kita ada delapan kecamatan, ini paling tidak kita itu mendirikan empat pos jaganya. Untuk wilayah Muara Kemumu, Bermani Ilir satu unit. Untuk wilayah Ujan Mas dengan Merigi satu unit juga. Untuk wilayah Tebat Karai–Seberang Musi itu bisa di Tebat Karai atau Seberang Musi. Untuk pos jaga induknya tetap di kantor BPBD,” ujar Dedi.
Melalui pembagian wilayah tersebut, Damkar diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh menuju lokasi kejadian. Dengan demikian, petugas memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan api sebelum merambat ke bangunan lain atau menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dedi kembali menegaskan bahwa kebutuhan kendaraan harus mengikuti rencana penguatan pelayanan di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan kebutuhan armada untuk pos pelayanan maupun pos induk.
“Empat unit kendaraan untuk per kecamatan, ditambah untuk pos induk paling tidak tiga unit, artinya paling tidak tujuh unit,” tegas Dedi di akhir keterangannya.
Target tersebut menjadi gambaran kebutuhan ideal Damkar Kepahiang menurut Dedi. Meski demikian, realisasi penambahan kendaraan dan pembangunan pos jaga tetap memerlukan perencanaan serta dukungan anggaran pemerintah daerah.
Karena itu, pembatalan pengadaan pada APBD-P 2026 menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebutuhan pelayanan kebakaran. Pemerintah perlu menimbang kemampuan fiskal sekaligus mempertimbangkan tingkat urgensi pembaruan armada yang sudah berusia tua.
Di tengah pembahasan kebutuhan kendaraan baru, Redaksi Jepretnews.com juga mendapatkan dokumentasi kondisi salah satu mobil Damkar saat berada di bengkel.
Dalam dokumentasi tersebut, lampu rem sebelah kanan terlihat tidak terpasang pada posisi semestinya. Lampu itu tampak hanya terikat, sehingga memunculkan perhatian terhadap kondisi komponen kendaraan operasional tersebut.
Temuan visual ini tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh armada Damkar Kepahiang. Namun, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan dan perawatan berkala terhadap kendaraan yang menjalankan tugas pelayanan darurat.
Sebab, mobil Damkar tidak hanya membutuhkan mesin yang mampu bekerja saat keadaan mendesak. Sistem penerangan, lampu rem, kelistrikan, serta komponen keselamatan lainnya juga harus berfungsi dengan baik untuk mendukung operasional di jalan.
Dengan demikian, persoalan armada Damkar Kepahiang tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kendaraan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap unit yang beroperasi memenuhi kebutuhan kelayakan teknis dan keselamatan.
Keterbatasan fiskal memang menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas belanja daerah. Akan tetapi, kebutuhan pelayanan pemadam kebakaran juga berkaitan langsung dengan perlindungan masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.
Kini, kebutuhan tujuh unit kendaraan dan empat pos jaga permanen yang disampaikan Dedi menjadi pekerjaan rumah dalam penguatan layanan Damkar Kepahiang.
Publik tentu membutuhkan kejelasan mengenai langkah pemerintah untuk memperbarui armada, meningkatkan perawatan kendaraan, dan memperluas jangkauan pelayanan.
Pada akhirnya, tantangan Damkar Kepahiang bukan hanya soal pengadaan mobil baru. Tantangan yang lebih besar ialah memastikan petugas memiliki sarana yang layak, jangkauan pelayanan yang memadai, serta kesiapan operasional ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Sebab, ketika kebakaran terjadi, petugas harus bergerak cepat. Armada yang layak dan dukungan anggaran yang tepat menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan darurat berjalan optimal.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
