Jepretnews.com – Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti mencari solusi! Di tengah kebutuhan mendesak terhadap tambahan armada pemadam kebakaran (Damkar), Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP., mengambil langkah dengan mengajukan permohonan hibah kendaraan Damkar kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fraksi PDI Perjuangan, Edwar Samsi, S.I.P., M.M., yang mewakili daerah pemilihan Kabupaten Kepahiang.
Bahkan, Edwar menilai inisiatif Bupati Kepahiang sebagai langkah cerdas dalam menghadapi keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Tak hanya melontarkan pujian, politikus PDI Perjuangan tersebut juga menyatakan kesiapannya membantu membuka jalur komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar permohonan hibah mobil Damkar Kabupaten Kepahiang mendapatkan perhatian.
Lantas, akankah kolaborasi antara kepala daerah dan wakil rakyat ini membuka jalan bagi tambahan armada pemadam kebakaran yang sangat dibutuhkan masyarakat Kepahiang?
Edwar Samsi memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Zurdi Nata yang memilih mencari peluang bantuan dari pemerintah daerah lain daripada hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya menghentikan upaya memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Kita patut memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, yang berinisiatif mengajukan permohonan hibah kendaraan pemadam kebakaran kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut saya, ini merupakan langkah yang cerdas dan patut diapresiasi, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah yang belum memungkinkan pemerintah kabupaten mengalokasikan dana untuk pembelian armada pemadam kebakaran baru,” kata Edwar Samsi.
Edwar menilai langkah tersebut mencerminkan kemauan pemerintah kabupaten untuk mencari alternatif pembiayaan dan dukungan sarana pelayanan publik.
Terlebih lagi, keberadaan kendaraan pemadam kebakaran bukan sekadar kebutuhan operasional pemerintah, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan perlindungan harta benda masyarakat.
Menariknya, dukungan Edwar Samsi tidak berhenti pada apresiasi. Sebagai kader PDI Perjuangan, Edwar melihat peluang untuk membangun komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memiliki latar belakang politik dari partai yang sama.
Ia pun menyatakan kesiapannya memanfaatkan jaringan komunikasi yang dimilikinya untuk membantu memperjuangkan permohonan hibah kendaraan pemadam kebakaran tersebut.
“Kami juga akan berupaya membantu melalui jaringan dan komunikasi yang kami miliki. Kebetulan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memiliki latar belakang politik dari PDI Perjuangan. Karena itu, saya juga akan mencoba membangun komunikasi dan membuka akses agar permohonan hibah kendaraan pemadam kebakaran tersebut mendapat perhatian serta dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Edwar Samsi.
Pernyataan tersebut membuka peluang kerja sama dan komunikasi lintas daerah dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kepahiang.
Meski demikian, Edwar belum menyampaikan adanya kepastian persetujuan hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia baru menyatakan komitmennya untuk membantu membuka komunikasi agar permohonan tersebut memperoleh perhatian.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah menghadapi tantangan untuk menentukan prioritas belanja tanpa mengabaikan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.
Karena itu, langkah Bupati Zurdi Nata mengajukan hibah kendaraan Damkar menjadi salah satu upaya mencari solusi di luar skema pembelian melalui APBD Kabupaten Kepahiang.
Alih-alih menunggu kemampuan keuangan daerah membaik, Bupati memilih menjajaki peluang bantuan dari pemerintah daerah lain.
Sementara itu, dukungan Edwar Samsi menunjukkan bahwa upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat dapat melibatkan berbagai unsur pemerintahan, termasuk wakil rakyat di tingkat provinsi.
Namun, komunikasi politik tetap harus berjalan seiring dengan mekanisme administrasi dan ketentuan pengelolaan barang milik daerah yang berlaku.
Kebutuhan tambahan kendaraan Damkar menjadi persoalan penting karena kecepatan penanganan kebakaran sangat bergantung pada kesiapan personel, ketersediaan kendaraan, dan dukungan peralatan.
Semakin terbatas armada yang tersedia, semakin besar pula tantangan petugas dalam memberikan pelayanan ketika beberapa kejadian membutuhkan penanganan.
Oleh sebab itu, Edwar berharap langkah Bupati Kepahiang memperoleh respons positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menginginkan Kabupaten Kepahiang mendapatkan tambahan armada pemadam kebakaran sehingga pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.
Kini, harapan tersebut bergantung pada tindak lanjut permohonan hibah serta hasil komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Satu hal yang menjadi perhatian, masyarakat Kepahiang tentu tidak hanya membutuhkan dukungan dan apresiasi, tetapi juga solusi nyata untuk memperkuat armada pemadam kebakaran.
Apabila upaya tersebut berhasil, tambahan kendaraan Damkar akan menjadi hasil konkret dari inisiatif pemerintah kabupaten dan dukungan wakil rakyat dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
