Jepretnews.com – Wajah pelayanan publik di Kabupaten Kepahiang mulai mendapat sentuhan baru. Dinas Perhubungan Kabupaten Kepahiang menghadirkan Pos Pelayanan SATU HATI di Terminal Pasar Kepahiang sebagai terobosan untuk memangkas alur pelayanan yang selama ini tersebar di sejumlah bidang.
Program yang digagas Kepala Dinas Perhubungan Kepahiang, Devizon, S.STP., M.AP., tersebut mulai diperkenalkan pada Kamis (1/10/2026). Peluncuran ini tidak hanya menghadirkan sebuah pos pelayanan baru.
Lebih jauh, Dishub Kepahiang membawa konsep pelayanan terpadu yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai pusat layanan. Wakil Bupati Kepahiang Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si., jajaran Satlantas Polres Kepahiang, Kepala Kesbangpol, serta jajaran Dinas Perhubungan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizh memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihadirkan Dinas Perhubungan. Ia menilai keberadaan pos terpadu dapat membuka akses pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat.
“Kita mengapresiasi inovasi yang baik dengan adanya pos terpadu untuk melayani masyarakat lebih mudah,” kata Abdul Hafizh.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi perhatian awal terhadap program yang kini mulai berjalan di tengah masyarakat. Namun, setelah peluncuran berlangsung, tantangan berikutnya justru terletak pada pelaksanaan pelayanan sehari-hari.
Sebab, masyarakat tentu akan menilai sebuah inovasi bukan hanya dari konsep yang disampaikan saat peluncuran, tetapi dari pengalaman ketika mereka benar-benar membutuhkan pelayanan.
Kepala Dinas Perhubungan Kepahiang Devizon menjelaskan Pos Pelayanan SATU HATI mengusung konsep pelayanan terpadu. Menurutnya, masyarakat nantinya tidak perlu lagi mencari bidang tertentu untuk mendapatkan layanan yang berkaitan dengan Dinas Perhubungan.
“Namanya Pos Pelayanan Terpadu. Jadi, seluruh pelayanan yang berkaitan dengan Dinas Perhubungan akan kita pusatkan di sini. Selama ini, masyarakat terkadang harus mendatangi bidang yang berbeda-beda. Ada pelayanan di bidang ini, ada di bidang itu. Ke depan, seluruh pelayanan tersebut akan kita integrasikan di Pos Pelayanan Terpadu ini,” kata Devizon.
Konsep tersebut menjadi bagian penting dari terobosan Dishub Kepahiang. Dengan sistem pelayanan terpusat, masyarakat cukup mendatangi satu lokasi ketika membutuhkan layanan yang berkaitan dengan Dishub. Selanjutnya, petugas akan mengarahkan dan melayani kebutuhan masyarakat sesuai jenis pelayanan yang diperlukan.
Tidak hanya memusatkan pelayanan, Devizon juga menyoroti pentingnya kepastian waktu dalam proses pelayanan. Ia menyebut standar operasional prosedur atau SOP akan menjadi acuan sehingga masyarakat dapat mengetahui tahapan serta estimasi penyelesaian layanan.
“Jadi, ketika masyarakat membutuhkan pelayanan apa pun yang berkaitan dengan Dinas Perhubungan, mereka cukup datang ke sini dan akan kita layani secara langsung. Tidak ada lagi masyarakat yang dilempar dari satu bidang ke bidang lainnya hanya karena jenis pelayanannya berbeda. Kemudian, SOP kita juga jelas. Masyarakat nantinya bisa mengetahui secara pasti berapa lama proses pelayanan tersebut diselesaikan. Jadi, tidak ada lagi masyarakat yang harus bertanya, ‘Kapan selesai? Kapan selesai?’ Karena standar operasional prosedurnya sudah jelas,” jelas Devizon.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dishub Kepahiang ingin membangun pelayanan yang lebih terukur. Dengan demikian, masyarakat memiliki gambaran mengenai proses yang harus mereka jalani dan waktu penyelesaian layanan.
Pos Pelayanan Terpadu tersebut berada di kawasan Terminal Pasar Kepahiang yang terletak di tengah kota. Lokasi strategis itu diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan.
Untuk operasionalnya, petugas akan memberikan pelayanan sesuai jam kerja. Dishub juga menyiagakan petugas, termasuk front office, selama jam pelayanan berlangsung.
Dengan begitu, masyarakat memiliki titik pelayanan yang jelas ketika membutuhkan informasi maupun layanan dari Dinas Perhubungan.
Peluncuran program baru tentu menghadirkan pertanyaan berikutnya: apakah pelayanan tersebut mampu berjalan secara konsisten? Pertanyaan itu kemudian disampaikan awak media kepada Devizon.
Menjawab pertanyaan tersebut, Devizon memberikan penegasan terkait komitmennya selama dirinya memimpin Dinas Perhubungan.
“Saya berani memastikan, selama kepemimpinan saya, pelayanan ini akan tetap berjalan. Saya akan memastikan Pos Pelayanan Terpadu ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Selama saya masih menjabat, saya pastikan pelayanan ini tetap berjalan. Kalau di luar masa kepemimpinan saya, saya tentu tidak bisa memastikan. Tetapi selama saya masih menjabat, saya akan memastikan pelayanan ini berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Devizon.
Setelah program Pos Pelayanan SATU HATI Dinas Perhubungan Kepahiang resmi diperkenalkan, perhatian publik tentu akan beralih dari peluncuran menuju pelaksanaan.
Sebab, keberhasilan sebuah inovasi pelayanan tidak hanya terlihat dari seremoni pembukaan. Masyarakat akan merasakan langsung apakah pelayanan benar-benar lebih mudah, apakah petugas memberikan informasi secara jelas, serta apakah SOP yang dijanjikan benar-benar berjalan dalam praktik.
Karena itu, Pos Pelayanan SATU HATI kini menghadapi tahap yang jauh lebih penting: membuktikan konsep pelayanan terpadu tersebut melalui kinerja sehari-hari. Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan program yang terdengar menarik.
Masyarakat membutuhkan pelayanan yang mudah diakses, jelas prosedurnya, terukur waktunya, dan konsisten pelaksanaannya. Kini, setelah terobosan itu diluncurkan, publik tinggal menunggu satu hal: Bukti.
Ikuti terus Jepretnews.com untuk update berita viral, tajam, dan terpercaya, berimbang berbasis fakta. Ikuti kanal resmi Jepretnews Official untuk pembaruan informasi terkini.
